Pemkot PGA

Jejak Leluhur di Candi Pari: Sejarah, Mitos, dan Warisan yang Tersembunyi

Jejak Leluhur di Candi Pari: Sejarah, Mitos, dan Warisan yang Tersembunyi

Jejak Leluhur di Candi Pari: Sejarah, Mitos, dan Warisan yang Tersembunyi-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Dalam khazanah cerita rakyat Jawa Timur, terdapat sebuah legenda yang menyimpan pesan moral mendalam mengenai asal-usul Candi Pari.

Kisah ini menceritakan tentang Dewi Walangangin dan Jaka Pandelegan, sepasang tokoh yang hidup di lereng Gunung Penanggungan dan mengalami nasib tragis akibat mengingkari janji suci.

Dikisahkan, di kawasan kaki gunung tersebut tinggal seorang pertapa bijaksana bernama Kiai Gede Penanggungan. Ia dikenal memiliki kebijaksanaan tinggi dan kekuatan spiritual yang luar biasa.

Dalam doa-doanya kepada Sang Pencipta, Kiai Gede berharap putrinya, Dewi Walangangin, dipertemukan dengan pasangan hidup yang baik, bijak, dan setia.

BACA JUGA:Black Death Pandemi yang Mengubah Sejarah Dunia dan Mengerikan Eropa

BACA JUGA:Gereja Terkoyak Reformasi Luther dan Perpecahan Terbesar dalam Sejarah Kristen

Doa tersebut seakan terjawab saat seorang pemuda bernama Jaka Pandelegan datang untuk menuntut ilmu kepada sang pertapa.

Pertemuan itu menjadi awal tumbuhnya benih cinta. Hubungan mereka pun berkembang dan akhirnya berujung pada pernikahan yang direstui oleh Kiai Gede.

Awalnya, kehidupan mereka berjalan bahagia dan penuh berkah. Namun seiring berjalannya waktu, kejayaan yang mereka peroleh justru melahirkan kesombongan.

Mereka mulai melupakan komitmen spiritual yang dahulu mereka buat kepada sang pertapa.

BACA JUGA:Renaissance Lonceng Kebangkitan Eropa yang Mengubah Sejarah Dunia

BACA JUGA:Bagaimana Sejarah Masjid Sunan Kalijaga di Gunung Kidul yang Jadi Saksi Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Puncaknya terjadi saat mereka menolak membagikan benih padi kepada masyarakat sekitar — sebuah tindakan yang seharusnya menjadi wujud syukur dan pengabdian.

Saat Kiai Gede datang untuk menasihati, mereka menyambutnya dengan sikap dingin dan tidak hormat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait