Jejak Leluhur di Candi Pari: Sejarah, Mitos, dan Warisan yang Tersembunyi
Jejak Leluhur di Candi Pari: Sejarah, Mitos, dan Warisan yang Tersembunyi-Foto: net -
Amarah sang pertapa pun tak lagi terbendung. Dengan kekuatan yang dimilikinya, ia mengutuk keduanya.
Dalam sekejap, Dewi Walangangin dan Jaka Pandelegan berubah menjadi batu.
Tempat terjadinya peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Candi Pari — diyakini sebagai perwujudan abadi dari hukuman atas kesombongan dan pengingkaran janji.
BACA JUGA:Misteri dan Sejarah Hubungan Kuda dan Manusia Dalam Kehidupan Bangsa Viking
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Batu Menangis: Legenda yang Membatu di Kalimantan!
Lebih dari sekadar cerita rakyat, legenda ini menyampaikan pelajaran hidup yang dalam. Ia mengingatkan bahwa kesombongan dan ingkar janji dapat membawa malapetaka.
Nilai-nilai luhur seperti kerendahan hati, kesetiaan, dan penghargaan terhadap orang tua atau guru menjadi inti dari kisah ini.
Sebagai warisan budaya, Candi Pari tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur, tetapi juga menyampaikan filosofi hidup masyarakat di masa lampau.
Cerita tentang Dewi Walangangin bukan hanya sekadar legenda, melainkan cermin nilai budaya yang tetap relevan untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Kisah ini menjadi bukti bahwa tradisi lisan mampu menjadi media pembelajaran, hiburan, sekaligus penjaga identitas budaya bangsa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
