Gereja Terkoyak Reformasi Luther dan Perpecahan Terbesar dalam Sejarah Kristen
--
PAGARALAMPOS.COM -Pada awal abad ke-16, langit Eropa tengah diselimuti awan ketidakpuasan umat terhadap otoritas Gereja Katolik.
Di tengah gelombang kekecewaan itu, seorang tokoh bernama Martin Luther bangkit dengan keberanian yang mengguncang fondasi kekristenan tradisional.
Ia bukan hanya mempersoalkan praktik jual beli indulgensi, tetapi juga menggugat otoritas gereja dalam menentukan keselamatan manusia.
Dengan memaku 95 dalil di pintu gereja Wittenberg, Luther menyalakan percikan yang membakar sejarah.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Wanggameti: Jejak Alam dan Budaya di Puncak Tertinggi Sumba!
Gagasan revolusionernya segera menyebar bagaikan api di padang rumput kering, ditopang oleh kehadiran mesin cetak yang mulai berkembang pesat.
Kitab Suci yang dahulu hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu kini diterjemahkan dalam bahasa Jerman agar dimengerti oleh rakyat jelata.
Ini bukan sekadar terjemahan, ini adalah pembebasan, bahwa setiap orang berhak memahami firman Tuhan secara langsung.
Dari sinilah benih perbedaan tafsir mulai tumbuh dan berkembang menjadi aliran-aliran baru.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Sipandu: Jejak Alam dan Legenda di Dataran Tinggi Dieng!
Gereja yang selama ini menjadi satu-satunya otoritas spiritual, perlahan mulai kehilangan hegemoni.
Muncul berbagai gerakan baru seperti Kalvinisme, Anabaptisme, dan kemudian Metodisme yang membawa identitas dan penekanan masing-masing.
Tidak ada lagi satu suara yang mutlak; yang ada hanyalah banyak suara yang mengklaim kebenaran versi masing-masing.
Perbedaan yang dahulu ditindas kini menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam dunia Kristen modern.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
