Sapi Banmas Presiden Berbobot 1 Ton Lebih, Dipelihara Peternak Milenial Pagar Alam
Foto : Si Joker, Sapi Banmas Presiden dipelihara di kandsng peternak milenial di Pagar Alam.--Ist
PAGARALAMPOS.COM - Luar biasa besar bobot sapi Bantuan Masyarakat (Banmas) dari PresIden RI untuk masyarakat Pagar Alam yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1447 H nanti.
Penelusuran pagaralampos.com, sapi Banmas Presiden tersebut memiliki bobot monster 1 ton lebih, atau sekitar 1.050 Kg yang saat ini masih dirawat ekstra di kandang peternak milenial Pagar Alam, Dimas Dwi Putra.
Menurut Dimas, Owner Sukses Bareng Farm, mendekati Hari Raya Idul Adha 1447 H dipastikan perawatan sapi berbobot luar biasa ini sedikit spesial.
"Jenis Sapinya Simental, sekitar dua tahun perawatan untuk bobot satu ton lebih ini," ujar Dimas menyebut usia Sapi sudah 3 tahunan diberi nama Joker.
BACA JUGA:Distan Pantau Penyakit Menular Pada Hewan Qurban di Pagar Alam
BACA JUGA:Pemkot Siapkan Tiga Lokasi Utama Shalat Ied Idul Adha 1447 H di Pagar Alam
Untuk urusan pakan, jawab Dimas, pakan kering dengan beragam komposisi. Mulai dari ampas tahu, dedak, jagung, konsentrat dan lainnya.
Demikian juga mendekati hari penyembelihan, sapi peranakan unggul ini tetap dijaga perawatannya agar terap sehat dan gemuk.
"Alhamdulillah, sapi Banmas Presiden ini sejak awal dipelihara tidak rewel sakit dan saat ini diberi vitamin untuk menjaga kesehatannya," ucap Dimas seraya mengaku dirinya menstok sekitar 30 ekor sapi pedaging untuk Idul Adha.
Dia juga menyebut, awal pemeliharaan si Joker ini sekitar pertengahan tahun 2024 silam. Dibeli dipertenakan dari Kota Lampung.
BACA JUGA:Rekomendasi 5 Desain Kandang Ayam dari Seng Bekas: Solusi Ekonomis untuk Peternak Mandiri
BACA JUGA:Peternakan Praktis: 11 Desain Kandang Kambing Modern untuk Kesehatan Hewan
Sejalan dengan pertumbuhan yang baik lantaran perawatannya yang ekstra di kandang, Si Joker sempat mengikuti kontes Sapi di Kota Lampung tahun belakang.
"Saat itu, bobot si Joker mencapai 675 kg diusia sekitar 2 tahun, kalah dikelas P1, yang awalnya turun di kelas Non Poel," ujar dia menyebut bobot diusia tersebut sudah luar biasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
