Loyalitas yang Membara, Hajjaj bin Yusuf dan Dukungannya terhadap Bani Umayyah

Loyalitas yang Membara, Hajjaj bin Yusuf dan Dukungannya terhadap Bani Umayyah

Hajjaj bin yusuf--

PAGARALAMPOS.COM - Loyalitas yang Membara, Hajjaj bin Yusuf dan Dukungannya terhadap Bani Umayyah

Hajjaj bin Yusuf, seorang tokoh kontroversial dari masa Bani Umayyah, dikenang sebagai pemimpin yang memegang kekuasaan otoriter dan kejam.

Dalam sejarahnya yang penuh kontradiksi, terdapat berbagai aspek menarik yang menjadikannya figur yang patut untuk dijelajahi.

Latar Belakang Qurani

BACA JUGA:Miliki Kualitas Unggulan! Inilah Rekomendasi 4 Merk Motor Anti Licin yang Paling Awet

Lahir di Thaif pada tahun 41 Hijriyah (661 Masehi), Hajjaj tumbuh dalam keluarga yang mendalami Quran.

Ayahnya seorang ulama dan penghafal Quran, memastikan bahwa Hajjaj memiliki latar belakang Qurani yang kuat.

Dalam masa kecil dan remajanya, ia menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi dengan teks suci tersebut dan berhasil menghafal 30 juz Quran.

Pengaruh dari masa-masa ini memberinya kefasihan dalam berbahasa Arab dan bakat oratoris yang kemudian membantunya dalam kepemimpinan.

BACA JUGA:Suku Polahi, Salahsatu Suku Indonesia yang Terapkan Pernikahan Sedarah!

Hajjaj bin Yusuf menunjukkan loyalitasnya kepada Dinasti Umayyah, yang pada saat itu menghadapi krisis politik dan konflik.

Meskipun metodenya sangat keras dan kejam, ia memilih untuk mendukung dan mempertahankan pemerintahan Bani Umayyah yang dianggapnya sah.

Loyalitas ini mendorongnya untuk menumpas oposisi, termasuk melawan gerakan Khawarij yang berusaha mengguncang stabilitas.

Pemerintahan Hajjaj bin Yusuf ditandai oleh penggunaan kekuasaan mutlak dan tindakan kejam.

BACA JUGA:Indonesia, Terdapat Suku yang Terapkan Pernikahan Sedarah Didalamnya!

Ia dikenal telah membunuh sekitar 120.000 orang selama pemerintahannya yang berkuasa di berbagai wilayah, termasuk perluasan Islam ke daerah seperti Pakistan, India, dan Asia Tengah.

Tindakannya yang keras dan kejam sering kali dianggap sebagai contoh nyata dari ideologi pemerintahan totaliter.

Di samping reputasinya yang kontroversial, Hajjaj bin Yusuf juga memiliki sejumlah kontribusi yang signifikan.

Salah satunya adalah penambahan tanda baca atau harakat pada mushaf Alquran, yang memudahkan bacaan dan pengertian.

BACA JUGA:Kapolres Pagar Alam Jalin Silaturahmi Kepada Pengurus PCNU dan Muhammadyah Wujudkan Pemilu 2024 Damai

Selain itu, ia juga berperan dalam pembangunan fisik dan infrastruktur, termasuk membangun kembali Ka'bah yang hancur akibat konflik.

Hajjaj bin Yusuf dikenang sebagai tokoh kontroversial yang menggunakan kekuasaan mutlak untuk mencapai tujuannya.

Meskipun di satu sisi ia dianggap sebagai pemimpin yang berhasil menjaga stabilitas wilayahnya dan menyebarkan Islam ke berbagai daerah.

Di sisi lain, ia juga dikenal karena tindakan kejamnya yang mengakibatkan banyak korban.

BACA JUGA:Kasus ISPA Meningkat, Warga Diminta Terapkan PHBS dan Pakai Masker

Legacy-nya mencerminkan paradoks antara keberhasilannya dalam mempertahankan kekuasaan dan tindakan kejam yang diambilnya.

Dalam penilaian sejarah, Hajjaj bin Yusuf tetap menjadi figur yang kompleks dan menginspirasi berbagai pandangan.

Kekuasaannya yang mutlak, kebijakannya yang keras, dan kontribusinya terhadap dunia Islam menegaskan bahwa cerita hidupnya adalah cerminan dari era yang penuh perubahan dan tantangan. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: