Viral Klitih! Ini Sejarah tentang klitih

Sabtu 14-06-2025,05:06 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Klitih dipandang dari sudut pandang psikologis

BACA JUGA:Inilah Makanan Khas Tangerang yang Wajib Dicoba saat Kulineran!

Lalu, bagaimana sudut psikologis memandang fenomena terjadinya klitih ini? 

Transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa pada masa remaja adalah salah satu masa yang paling penting.

Anak-anak mulai melihat masa depan dalam hal karier, hubungan, dan lainnya. Individu ingin menjadi bagian dari masyarakat dan menyesuaikan diri mereka ke lingkungannya.

Fenomena klitih dapat dijelaskan melalui teori tahapan perkembangan psikososial Erikson, lebih tepatnya pada tahap perkembangan Identity vs Confusion yang terjadi pada rentang usia 10-20 tahun.

BACA JUGA:Lagi Viral! Begini Resep Sus Goreng Renyah Lembut Bikin Nagih

Teori tersebut sesuai dengan pelaku klitih yang kebanyakan merupakan anak muda. 

Selama masa remaja, individu menghadapi permasalahan dalam menemukan “siapa” mereka, tentang dan ke mana mereka akan pergi dalam hidup.

Jika remaja mengeksplorasi peran dengan cara yang sehat dan sampai pada jalan positif untuk diikuti dalam hidup, mereka akan mencapai identitas positif; jika tidak, kebingungan terhadap identitas mereka akan memburuk (Santrock, 2018).

Motivasi pelaku klitih dalam berpartisipasi melakukan klitih adalah untuk menyesuaikan diri mereka ke lingkungannya.

BACA JUGA:Mengulik Kisah Sejarah Gunung Bismo: Jejak Mistis di Tanah Dieng!

Melalui teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaku klitih merupakan remaja yang gagal mencapai identitas positif, sehingga mengalami kebingungan atas identitas mereka sendiri.

Di sisi lain, tindak klitih berkaitan erat dengan perkembangan karakter dan tingkah laku individu yang dipengaruhi oleh konteks lingkungan, seperti yang dijelaskan pada teori ekologi Bronfenbrenner mengenai hubungan timbal balik, yang dibahas dalam tiga sistem, yaitu mikrosistem, ekosistem, dan makrosistem.

Mikrosistem berarti lingkungan terdekat di mana individu berinteraksi dengan orang tua, saudara, guru hingga teman.

Pada mikrosistem ini, khususnya keluarga ataupun orang tua, terjadi penginternalisasian nilai yang muncul akibat adanya interaksi kedua belah pihak.

Kategori :