Viral Klitih! Ini Sejarah tentang klitih

Sabtu 14-06-2025,05:06 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Penyelidikan lebih lanjut terkait peran dan motif dari penyerangan ini pun dilakukan oleh Kapolres Sleman AKBP, Wachyu Tri Budi S.

Berdasarkan keterangannya (dilansir dari detiknews,  Desember 2021), korban mengatakan bahwa dia tiba-tiba diserang dan tidak memiliki hubungan apapun dengan pelaku.

Hal ini menunjukkan bahwa penyerangan yang dilakukan cenderung bersifat acak.

BACA JUGA:Prasasti Yupa. Sejarah dan Nilai Keagamaan Hindu dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Kutai

Selain itu, beberapa pelaku pun dikonfirmasi sedang terpengaruh minuman keras dan obat-obatan saat penganiayaan terjadi.

Kasus lain mengenai klitih kembali mencuat baru-baru ini.

Kasus terbaru yang cukup menggemparkan masyarakat Yogyakarta ini dialami oleh seorang siswa sekolah menengah yang merupakan anak dari anggota DPRD Kebumen, Madkhan Anis, pada 3 April 2022.

Korban mengalami peristiwa nahas tersebut ketika tengah mencari makan sahur.

BACA JUGA:Wow Inilah 4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Populer, Dijamin Bikin Nagih!

Dikutip dari Kompas.com 5 April 2022, siswa yang menjadi korban pun pada akhirnya harus meregang nyawa saat sedang dibawa ke rumah sakit terdekat.

Mulanya, korban yang sedang mencari sahur dengan temannya diprovokasi oleh pelaku yang kurang lebih berjumlah lima orang.

Kemudian, korban dan temannya mengejar pelaku. Hingga akhirnya saat berpapasan, pelaku melesakkan gir motor sebagai senjata yang mereka gunakan.

Kasus ini pada akhirnya viral di media massa, terutama Twitter.  Warganet beramai-ramai membawa istilah klitih untuk kasus tersebut.

BACA JUGA:Sop Iga Rawit Pedesnya Bikin Melek! Resep Simpel tapi Rasa Bikin Nagih

Namun, dilansir dari CNN Indonesia 11 April 2022, Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan terkait dengan klitih, melainkan imbas dari tawuran.

Meskipun begitu, hal ini tetap saja tidak menyurutkan kekhawatiran masyarakat terkait klitih karena kasusnya yang mirip, yakni adanya penyerangan (agresi) fisik yang dapat membahayakan nyawa.

Kategori :