Pemkot PGA

Rinjani, Sang Mahadewi! Antara Keanggunan Alam dan Kehormatan Spiritual

Rinjani, Sang Mahadewi!  Antara Keanggunan Alam dan Kehormatan Spiritual

Rinjani, Sang Mahadewi! Antara Keanggunan Alam dan Kehormatan Spiritual-foto:net-net

PAGARALAMPOS.COM - Rinjani, Sang Mahadewi!  Antara Keanggunan Alam dan Kehormatan Spiritual

Gunung Rinjani yang menjulang megah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat bukan sekadar gunung berapi aktif setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut.

Ia adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia dan juga merupakan simbol spiritual yang dihormati oleh berbagai komunitas lokal. Lebih dari sekadar destinasi pendakian yang memesona Rinjani menyimpan sejarah panjang, mitos sakral hingga misteri yang membuatnya semakin menarik untuk ditelusuri.

Jejak Sejarah Gunung Rinjani

Secara geologis Gunung Rinjani terbentuk akibat aktivitas tektonik antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Letusan besar yang terjadi ribuan tahun silam membentuk kaldera besar yang kini dikenal sebagai Danau Segara Anak danau kawah yang menjadi ikon wisata alam sekaligus situs spiritual.

Salah satu letusan terbesar tercatat terjadi sekitar tahun 1257, yang dikenal sebagai Letusan Samalas (nama lama dari Gunung Rinjani). Letusan ini begitu dahsyat hingga meninggalkan jejak sulfur di lapisan es kutub dan memicu perubahan iklim global.

BACA JUGA:Tarian Jaipong, Ini dia Sejarah Tarian Tradisional Dengan Sentuhan Modern

BACA JUGA:Yuk Simak! Mengungkap Makna Tari Kecak Ritual, Sejarah, dan Seni Bali

Banyak ilmuwan meyakini bahwa letusan Samalas bahkan melebihi letusan Gunung Tambora (1815) dalam skala kehancuran. Namun keberadaan Gunung Samalas sendiri baru terungkap kembali pada tahun 2013 setelah penelitian arkeologi dan geokimia mengaitkannya dengan Gunung Rinjani.

Warisan Spiritual Tempat Suci Para Leluhur

Bagi masyarakat Sasak (penduduk asli Lombok) dan umat Hindu Bali, Gunung Rinjani adalah tempat suci. Mereka meyakini bahwa gunung ini adalah rumah dari para dewa dan leluhur. Puncak Rinjani sendiri disebut sebagai tempat bersemayamnya Dewi Anjani tokoh spiritual perempuan yang dipercaya sebagai penjaga gunung dan juga ibu dari tokoh mitologi Hanoman dalam epos Ramayana.

Setiap tahun, masyarakat Sasak dan umat Hindu melakukan upacara “Pekelan” atau “Mulang Pekelem” di Danau Segara Anak. Dalam ritual ini persembahan seperti ayam kambing bahkan emas ditenggelamkan ke dalam danau sebagai bentuk penghormatan dan permohonan berkah. Upacara ini menjadi bukti nyata betapa Gunung Rinjani tidak hanya dilihat sebagai objek geografis tetapi juga entitas sakral yang hidup.

BACA JUGA:Papua Sebelum Kita, Ketika Sejarah Tak Tertulis Berbicara!

BACA JUGA:Sejarah Tari Tanggai: Dari Kesultanan Palembang Hingga Menjadi Ikon Budaya

Misteri di Balik Segara Anak dan Gunung Barujari

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait