Pemkot PGA

Viral Klitih! Ini Sejarah tentang klitih

Viral Klitih! Ini Sejarah tentang klitih

Viral Klitih--

BACA JUGA:Berlibur ke Pariaman, Wajib Banget Cobain Kuliner Khasnya!

Seharusnya, pada jam-jam itu saat operasi klitih, remaja atau anak sekolah istirahat di rumah,” pada Rabu (12/01/2022). Pemda DIY dan Polda DIY juga menjalankan langkah preventif yang melibatkan seluruh warga dari wilayah kelurahan di Yogyakarta, yaitu Jaga Warga.

KPH Yudanegara, selaku Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kelurahan dan Kemantren Biro Tapem Setda DIY, menyatakan bahwa, “Sesuai dengan Pergub DIY Nomor 28 Tahun 2021, kelompok Jaga Warga memiliki tugas membantu menyelesaikan konflik sosial di lingkungan masyarakat,” dikutip dari berbagai pada Selasa 26 April 2022.

Masyarakat, melalui Jaga Warga, akan mengawasi aktivitas anak-anak muda setelah jam belajar masyarakat di masing-masing wilayah kelurahannya dan akan turut aktif berkoordinasi dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta polsek setempat.

Klitih dipandang dari sudut pandang psikologis

BACA JUGA:Inilah Makanan Khas Tangerang yang Wajib Dicoba saat Kulineran!

Lalu, bagaimana sudut psikologis memandang fenomena terjadinya klitih ini? 

Transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa pada masa remaja adalah salah satu masa yang paling penting.

Anak-anak mulai melihat masa depan dalam hal karier, hubungan, dan lainnya. Individu ingin menjadi bagian dari masyarakat dan menyesuaikan diri mereka ke lingkungannya.

Fenomena klitih dapat dijelaskan melalui teori tahapan perkembangan psikososial Erikson, lebih tepatnya pada tahap perkembangan Identity vs Confusion yang terjadi pada rentang usia 10-20 tahun.

BACA JUGA:Lagi Viral! Begini Resep Sus Goreng Renyah Lembut Bikin Nagih

Teori tersebut sesuai dengan pelaku klitih yang kebanyakan merupakan anak muda. 

Selama masa remaja, individu menghadapi permasalahan dalam menemukan “siapa” mereka, tentang dan ke mana mereka akan pergi dalam hidup.

Jika remaja mengeksplorasi peran dengan cara yang sehat dan sampai pada jalan positif untuk diikuti dalam hidup, mereka akan mencapai identitas positif; jika tidak, kebingungan terhadap identitas mereka akan memburuk (Santrock, 2018).

Motivasi pelaku klitih dalam berpartisipasi melakukan klitih adalah untuk menyesuaikan diri mereka ke lingkungannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait