Suku Sabu dan Tradisinya: Menjaga Warisan di Tanah Kering Timur Indonesia
Suku Sabu dan Tradisinya: Menjaga Warisan di Tanah Kering Timur Indonesia-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Di sudut tenggara Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Pulau Sabu, terdapat sebuah komunitas etnis yang sarat nilai sejarah dan kebudayaan—Suku Sabu.
Walau jumlahnya tidak sebanyak kelompok etnis lain di Indonesia, masyarakat ini memiliki jejak budaya maritim yang kuat serta filosofi hidup yang telah diwariskan turun-temurun.
Jejak Leluhur dan Hubungan Antarpulau
Dari cerita warisan nenek moyang, leluhur Suku Sabu diyakini datang dari kawasan Asia daratan atau Melanesia dan bermigrasi melalui laut ribuan tahun lalu.
Proses migrasi ini membawa serta nilai-nilai sosial dan budaya yang kemudian membentuk identitas khas masyarakat Sabu.
BACA JUGA:Sejarah Bandara Soekarno-Hatta: Dari Lahan Cengkareng Menuju Gerbang Udara Internasional Indonesia!
Kendati wilayahnya relatif terpencil, masyarakat Sabu memiliki sejarah hubungan yang dinamis dengan penduduk Pulau Rote, Timor, hingga interaksi dengan bangsa Eropa seperti Portugis dan Belanda.
Hubungan ini memberikan pengaruh budaya, namun tetap tidak menggerus karakter asli Suku Sabu.
Klan dan Tatanan Sosial
Struktur sosial masyarakat Sabu terbagi dalam kelompok-kelompok kekerabatan yang disebut udu. Tiap udu memiliki peranan penting, baik dalam urusan adat, pelaksanaan ritual, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Filosofi yang dikenal sebagai huri hela menjadi panduan hidup mereka—mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan roh leluhur.
BACA JUGA:Sejarah Suku Baduy: Penjaga Tradisi Leluhur di Tengah Arus Modernisasi!
BACA JUGA:Sejarah Suku Osing: Menelusuri Jejak Budaya Leluhur di Ujung Timur Jawa!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
