Dari Gurun ke Tiga Benua Inilah Ekspansi Gila Dinasti Umayyah
--
PAGARALAMPOS.COM - Dinasti Umayyah, yang memerintah dari tahun 661 hingga 750 Masehi, merupakan salah satu kekhalifahan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Islam.
Kekuasaan yang dibangun oleh keluarga Bani Umayyah ini tidak hanya memperluas wilayah Islam secara geografis, tetapi juga meletakkan fondasi bagi peradaban Islam yang kaya dan dinamis.
Melalui strategi militer, diplomasi, dan integrasi budaya, Dinasti Umayyah memainkan peran penting dalam menyebarkan Islam ke berbagai belahan dunia.
Awal mula kekuasaan Dinasti Umayyah dimulai setelah wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib, yang menandai berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Arca Gupolo: Jejak Budaya dan Kepercayaan Masa Lalu!
Muawiyah bin Abu Sufyan, gubernur Syam yang juga kerabat dari Utsman bin Affan, mendirikan dinasti ini dan menjadi khalifah pertama dari Bani Umayyah. Berpusat di Damaskus, Suriah, kekhalifahan ini memperluas wilayah Islam hingga mencapai Spanyol di barat dan India di timur.
Salah satu pencapaian terbesar Dinasti Umayyah adalah ekspansi wilayah yang luar biasa luas.
Di barat, pasukan Umayyah menyeberangi Selat Gibraltar dan menaklukkan hampir seluruh wilayah Semenanjung Iberia, mendirikan kekuasaan Islam di Andalusia.
Di timur, mereka menjangkau wilayah Transoxiana dan lembah Sungai Indus, memperkenalkan Islam kepada bangsa-bangsa seperti Persia, Turk, dan India.
BACA JUGA:Menggali Sejarah Candi Sojiwan: Warisan Budaya dari Abad Ke-9!
Dalam kurun waktu kurang dari satu abad, Islam berkembang dari sebuah agama lokal di Jazirah Arab menjadi kekuatan global yang merambah tiga benua Asia, Afrika, dan Eropa.
Penyebaran Islam di bawah Dinasti Umayyah tidak hanya dilakukan melalui penaklukan militer, Pemerintahan Umayyah juga menggunakan pendekatan administratif dan kultural untuk menyebarluaskan ajaran Islam.
Bahasa Arab dijadikan bahasa resmi pemerintahan dan pendidikan, yang memperkuat kesatuan umat Islam dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Sistem perpajakan yang relatif adil, serta jaminan keamanan bagi non-Muslim yang membayar jizyah, turut menarik simpati masyarakat lokal terhadap pemerintahan Islam.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Candi Kimpulan: Warisan Tersembunyi di Tengah Kampus!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
