TNI Tampik Ada Zona Perang di Paniai, Tak Ada Pengerahan Militer Tambahan Atau Balas Dendam

TNI Tampik Ada Zona Perang di Paniai, Tak Ada Pengerahan Militer Tambahan Atau Balas Dendam

Foto : Kelompok sparatis mengaku TPNPB OPM.-TNI Tampik Ada Zona Perang di Paniai, Tak Ada Pengerahan Militer Tambahan Atau Balas Dendam-Republika.co.id

JAYAPURA, PAGARALAMPOS.COM - TNI hanya melakukan operasi patroli untuk memastikan keamanan masyarakat. Dan membantah klaim Organisasi Papua Merdeka (OPM) perihal penerapan zona peperangan di wilayah adat Meepago, di Paniai, Papua Tengah.

Kodam XVII/Cenderawasih pun menampik adanya pengerahan ataupun penambahan pasukan dalam jumlah besar, khusus operasi militer untuk meladeni perang dari kelompok separatis bersenjata di wilayah tengah Bumi Cenderawasih tersebut.

Kapendam Cenderawasih Letnan Kolonel (Letkol) Candra Kurniawan mengatakan, situasi keamanan di Paniai memang meninggi pascaserangan tentara OPM yang menewaskan Danramil 1703-04/Aradide Letnan Dua (Letda) Oktovianus Sogalrey beberapa hari lalu.

Akan tetapi, situasi keamanan di wilayah tersebut, masih tetap dalam status normal tanpa adanya gerakan, maupun pergeseran, ataupun penambahan pasukan sebagai respons militer.

BACA JUGA:Setelah Danramil, Giliran Anggota Polres Yahukimo Dibunuh OTK, Jubir OPM : Serangam Kelompok Elkius Kobak

“Tidak ada penambahan, dan pengerahan pasukan TNI di Paniai,” kata Letkol Candra kepada Republika, Rabu (17/4/2024).

“Yang ada adalah hanya berupa patroli-patroli keamanan biasa untuk memastikan keamanan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Letkol Candra menambahkan.

Di Jakarta Markas Besar (Mabes) TNI, pun mengaku tak pernah melabeli wilayah Paniai, sebagai kawasan peperangan, ataupun zona operasi khusus militer.

Kapuspen Mabes TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Nugraha Gumiliar mengatakan, yang terjadi saat ini di Paniai adalah upaya bersama TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap pelaku penembakan Letda Oktovianus.

BACA JUGA:TNI-Polri Mulai Kerahkan Pasukan, OPM : Paniai Kini Jadi Zona Perang

“Istilah (Paniai sebagai wilayah perang), terserah OPM saja. TNI dan Polri saat ini fokus mengejar pelaku penembakan Danramil Aradide,” kata Mayjen Nugraha saat dihubungi Republika di Jakarta, pada Rabu (17/4/2024).

Ia memastikan, pelaku penembakan Letda Oktovianus adalah OPM. Pun kelompok seperatisme bersenjata itu sudah mengaku bertanggung jawab.

Karenanya, kata Mayjen Nugraha, TNI dan Polri sebagai otoritas keamanan, dan penegakan hukum memastikan akan menagih tanggung jawab tersebut.

“Paniai adalah daerah yang ditengarai salah-satu tempat di mana OPM melakukan aksinya. Dan TNI bersama-sama Polri terus memburu OPM yang bertanggung jawab atas gugurnya Danramil Aradide beberapa waktu lalu,” kata Mayjen Nugraha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: