Inilah 7 Penemuan Kuno Paling Bersejarah Di Dunia, Salah Satunya ada Gunung Padang

Inilah 7 Penemuan Kuno Paling Bersejarah Di Dunia, Salah Satunya ada Gunung Padang

Hebat Banget! Situs Gunung Padang Termasuk Dalam 7 Penemuan Kuno Paling Bersejarah Di Dunia, Ini Faktanya! -Kolase-

Penemuan ini juga bisa membuktikan bahwa penduduk gua membuat dan mengenakan pakaian.Sebelum ini, arkeolog sering mengaitkan pemakaian pakaian dengan daerah-daerah yang lebih dingin di dunia.

4. Terowongan Mesir, Mengungkap Makam Cleopatra

Nama Cleopatra sudah sangat tidak asing ditelinga dunia. Ia adalah Sosok yang dianggap sebagai perwujudan cinta, kecerdasan, karisma, dan kecantikan seorang wanita.

BACA JUGA:Ritual Perkawinanya Bikin GELISAH, Hanya di Indonesia Tradisinya Bisa Beginian

BACA JUGA:11 Misteri Penemuan Yunani Kuno yang Membuat Para Ilmuwan Kebingungan, Yuk Simak Apa Saja

Namun Sayangnya, makam tokoh yang paling menarik di Mesir masih menjadi misteri hingga saat ini pun masih belum diketahui.

Akan tetapi, misteri ini dapat saja terpecahkan setelah penemuan jaringan terowongan bawah tanah di kota reruntuhan Mesir.

Terdapat temuan terowongan di Taposiris Magna, dipercaya para arkeolog dapat membawa mereka menuju penemuan akan makam Cleopatra.

5. Kemah Militer Romawi Gurun Arab

Menurut catatan sejarah, dahulu orang-orang Nabatea, pengembara Arab dari Gurun Negev, menduduki sebagian besar Timur Tengah, mulai dari wilayah Israel modern hingga bagian utara Semenanjung Arab.

BACA JUGA:Mau Pasangan Cantik, Cari Saja di 7 Suku Indonesia Ini! Berikut Nama Sukunya

BACA JUGA:BENARKAH! Ternyata Istri Si Pahit Lidah di Sumsel Bukan Orang Sembarangan, Dimana Mereka Pertama Bertemu?

Lalu, bangsa ini mendirikan ibu kota mereka di Petra, yang terletak di sudut barat Yordania dan merupakan kota perdagangan paling penting. Sayangnya, kota ini kemudian diambil alih oleh bangsa Romawi.

Dahuli dietahui bahwa peralihan kekuasaan di Petra dilakukan tanpa pertumpahan darah.

Namun, hal tersebut tidak selaras akan penemuan kemah militer oleh para peneliti dari Universitas Oxford di daerah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: