TAHU KAH? 68 Nama Pejuang Kemerdekaan Asal Kota Pagar Alam, Seluruhnya Putra Asli Suku Besemah Loh!

TAHU KAH? 68 Nama Pejuang Kemerdekaan Asal Kota Pagar  Alam, Seluruhnya Putra Asli Suku Besemah Loh!

TAHU KAH? 68 Nama Pejuang Kemerdekaan Asal Kota Pagar Alam, Seluruhnya Putra Asli Suku Besemah Loh! -Ilustrasi-Kolase Berbagai Sumber

PAGARALAMPOS.COM - Selain terkenal dengan kota tujuan wisata, Pagar Alam juga dikenal kota 'para pejuang'. Kota yang berada di kawasan kaki Gunung Dempo ini ternyata memiliki peranan penting bagi kemerdekaan Indonesia.

Julukan tersebut diberikan bukan tanpa alasan, Pagar Alam atau juga sering disebut Kota Besemah memiliki sejarah panjang akan perlawan terhadap kehadiran penjajah yang datang.

Bahkan masyarakat asli yang bernama Suku Besemah juga menolak untuk tunduk kepada penjajah, hal itu dibuktikan dengan catatan sejarah bahwa putra asli Suku Besemah ini melakukan perlawan terhadap penjajah.

Salahsatu pejuang yang memiliki peranan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dari tanah Besemah yaitu Kolonel Djarab.

BACA JUGA:Mengenal Tunil, Opera Asli Suku Besemah Yang Ternyata Bukan Sekedar Lawakan

Sebuah buku yang mengulas kehidupan pribadi Kolonel H.Djarab putra asli kota Pagar Alam mantan Bupati Bangka priode tahun 1978 hingga 1988 di launching untuk umum yang bertujuan agar masyarakat mengetahui peran masyarakat Kota Pagar Alam dalam membangun NKRI. 

Kolonel Djarab yang merupakan putra asli Pagar Alam kelahiran tahun 1924 dimasa mudanya besar dalam jaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Dimana ia melihat dan merasakan sendiri hidup sebagai orang jajahan bukanlah sebuah pilihan tapi sebuah nasib yang harus di perbaiki.


Ilustrasi--

Tahun 1942 Belanda takluk kepada Jepang dan saat itu Djarab muda tengah sibuk menempuh pendidikan Keguruan di kota Lahat.

BACA JUGA:Mengenal Festival Pelang Kenidai, Tradisi Asli Suku Besemah di Sumatera Selatan Yang Masih Eksis

Namun karena kondisi keamanan yang tidak menentu saat itu, mengakibatkan banyak sekolah-sekolah pribumi akhirnya di tutup dan Djarab muda terpaksa pulang ke Pagar Alam.

Jepang yang kala itu juga tengah sibuk berperang melawan negara sekutu dan dalam kondisi kekurangan tentara untuk mempertahankan hegemoninya di benua Asia di tahun 1943 mulai merekrut pribumi untuk di jadikan prajurit dan tentara sukarela.

Diantara yang ikut mendaftar ialah Djarab dan sejumlah pemuda lainnya berasal Jambi, Lampung dan Bengkulu yang pendidikan perwira atau opsir pribumi disebut dengan "Gyu Gun" kala itu di pusatkan di kota Pagar Alam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: