Wow Keren! Sulap Bekas Sawah Jadi Kolam, Kelompok ini Berhasil budidaya 3 Ton Nila

Wow Keren! Sulap Bekas Sawah Jadi Kolam, Kelompok ini Berhasil budidaya 3 Ton Nila

Wow Keren! Sulap Bekas Sawah Jadi Kolam, Kelompok ini Berhasil budidaya 3 Ton Nila-tangkapan layar-kkp.go.id

"Karena pembinaan dan pendampingan dari pusat ataupun dari pemerintahan berbasis kelompok, saya coba untuk mengarahkan mereka kepada pembentukan kelompok. Akhirnya saat akhir 2020 terbentuklah sekitar 10 anggota bahkan lebih itu mengikrarkan diri ingin membentuk sebuah kelompok. Terbentuklah Kelompok Perikanan Air Tawar sebagai bukti bahwa mereka mewujudkan keinginan mereka bisa mengembangkan perikanan di lingkungannya, dan alhamdulillah sudah dilegalisasi juga dibuatkan SK-nya atas nama Kepala Desa Pabangbon," tambahnya.

Beberapa bulan Pokdakan menjalani kegiatan budidaya, hasilnya cukup memuaskan. Namun malang tak dapat ditolak, orang yang diandalkan untuk permodalan meninggal dunia pada Februari 2021. 

Kendati begitu, semangat Pokdakan tak surut. Berkat kegigihan ditambah pendampingan dari Nurkholik, kelompok pembudidaya itu memilih tetap berproduksi hingga mampu meningkatkan hasil panen.

BACA JUGA:Ini Wisata Religi di Kota Palembang, Ada Cerita Sejarah Penyebaran Islamnya

Sampai saat ini, Nurkholik masih mendampingi para pembudidaya di Bogor tersebut. Penyuluhan, pendampingan, pembinaan, monitoring dan evaluasi terus dilakukan Nurkholik untuk memastikan kualitas panen para pembudidaya bisa terus meningkat.

"Sangat dibantu sudah dibina oleh Bapak Nurkholik sebagai penyuluh perikanan. Budidaya di sini ikannya ikan nila merah sama ikan nila putih. Kalau untuk pendampingan dari Pak Nurkholik, satu cara merawat, yang kedua cara memilih pembenihan untuk yang ditanam di kolam ini dan cara memberi pakan," tutur Mamat, Ketua Pokdakan Budidaya Air Tawar.

Senada dengan Mamat, Sekretaris Desa Pabangbon Novi Firdaus juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Nurkholik. 

BACA JUGA:KEREN! Wisata Pinang Banjar dan Taman Bunga Celosia Tetap Jadi Kebanggan Masyarakat Sumsel

Hal ini salah satunya ia sampaikan secara resmi pada Program Bina Desa, atas kerja sama Puslatluh KP dengan Universitas Nasional (Unas) Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Program tersebut berisi sosialisasi cara berbudidaya ikan nila, yang menampilkan narasumber Nurkholik dan Adang Saputra dari BRPBATPP.

"Melalui acara sosialisasi tentang perikanan, yaitu ikan nila oleh KKP Alhamdulillah telah memberikan pembelajaran pembenihan ikan untuk Warga Desa Pabangbon. Kami berterima kasih kepada bapak Kholik yang telah membantu memberi penyuluhan keluarga kami di Desa Pabangbon. Dia berjibaku, intinya dari kantor ke Pabangbon itu lumayan jauh tapi beliau tidak merasa mengeluh dalam artian siap membantu untuk kelompok-kelompok pembudidaya yang ada di desa kami. Terima kasih kepada Pak Kholik yang telah sudi membantu masyarakat," ujar Novi.

BACA JUGA:Indonesia Dorong Isu HAM Dibahas Terbuka di ASEAN Human Rights Dialogue 2023

Namun demikian, namanya kehidupan ada saja hambatan dan rintangan yang datang, termasuk pada usaha budidaya nila Desa Pabangbon. Misalnya datangnya masa pandemi dan tidak lancarnya suplai pakan pada awal 2022. Lagi-lagi berkat kegigihan Pokdakan dan pendampingan dari Nurkholik, komoditas pun ditambah, tak lagi hanya nila, tetapi lele juga.

"Semenjak tidak lancar suplai pakan untuk nila, akhirnya anggota Pokdakan coba juga ke lele secara bertahap, karena lele pakannya bisa dari sisa rumah tangga," kata Nurkholik.

Pokdakan di Desa Pabangbon tersebut bukan satu-satunya kelompok yang Nurkholik dampingi. Ia juga bukan penyuluh kemarin sore. Makan garam di dunia penyuluhan sudah ia geluti sejak 2008 sebagai Penyuluh Perikanan di Jakarta Utara dan lanjut di Bogor sejak 2011. Pada 2020 ia yang sudah mendampingi 11 kelompok dimintakan bantuan untuk medampingi Pokdakan Perikanan Air Tawar. Pada 2021, kelompok binaannya bertambah lagi menjadi 13 kelompok hingga saat ini. Penghargaan pun sudah pernah ia sabet sebagai Juara III Penyuluh Perikanan Bantu Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kkp.go.id