Berkonsep Modern View Bukit Besak

Berkonsep Modern View Bukit Besak

PAGARALAM POS Lahat - Rencana Bupati Lahat untuk memindahkan lokasi perkantoran Pemkab Lahat, nampaknya bukan isapan jempol belaka. Saat ini masterplan perkantoran sudah dibuat. Bahkan, saat ini Pemkab Lahat menggandeng Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk mendukung rencana tersebut.

Kepala Balitbang Kabupaten Lahat, Ir Nazaruddin effendi, MT melalui Kabid Pengkajian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Yulia Anisa SE MM mengungkapkan, tim percepatan pembangunan Kabupaten Lahat  sudah melakukan survei ke lokasi yang akan dijadikan pembangunan perkantoran. Rencananya pusat perkantoran yang akan dibangun di lahan 101.97 hektar itu, berlokasi di antara Desa Padang Lengkuas Kecamatan Lahat serta Desa Kerung dan Desa Muara Cawang Kecamatan Lahat Selatan.

"Ya sejalan dengan arahan Pak Bupati Lahat, desain perkantoran baru ini harus berbeda dari daerah lain. Berkonsep modern, ramah lingkungan, menggunakan bahan material yang tahan lama dan bisa digunakan sampai puluhan tahun," sampai Yulia, Minggu (17/7).

Tak hanya itu, pemandangan perkantoran baru ini akan memiliki spot pemandangan yang sangat bagus, karena langsung mengarah ke Bukit Tunjuk. "Konsep hutan alam tetap dilestarikan, dengan pemanfaatan penggunaan tanaman tanaman khas Lahat yang mulai langka," sampainya.

Sebelumnya, Bupati Lahat, Cik Ujang SH mengatakan, rencana perkembangan wilayah kota dengan titik lokasi di Kecamatan Lahat Selatan, sudah layak dilakukan. Mengingat untuk di posisi Kecamatan Kota Lahat sendiri, hal itu tidak bisa dilakukan. Karena posisi Kota Lahat dihimpit oleh tanah milik TNI dan PT KAI. “Jalannya tahun ini dicor beton, Inyah Allah tahun depan sudah bisa dilalui kendaraan,” sampai Cik Ujang, beberapa waktu lalu.

Cik Ujang menyebut, rencana pengembangan Kota Lahat ini akan diusahakan secepatnya. Dari lahan seluas sekitar 200 hektar, telah dipersiapkan untuk pembangunan pusat perkantoran terpadu, hingga islamic center. Lahan pengembangan Kota Lahat ini rencananya bekerjasama dengan PT Arta Prigel, dengan konsekwensi mengganti tanam tumbuh. “Karena tanah di kota sudah tidak bisa lagi untuk pengembangan. Kesulitan kita, wilayah kota ini dihimpit oleh tanah milik TNI dan PT KAI,” terangnya. Perkembangan wilayah kota ini dinilai mampu melahirkan konektivitas lokal, regional, nasional, hingga global, dari pembangunan infrastruktur yang merata di semua daerah.

Tahun 2021 lalu, Cik Ujang bersama management PT Arta Prigel dan sejumlah OPD terkait seperti Bappeda, Dinas PU PR, Dinas PRKPP, telah memantau lokasi yang bakal dibangun pusat perkantoran itu. Dengan telah diresmikannya Jembatan Lematang II sepanjang 170 meter itu, akses transfortasi rencananya bukan hanya sebatas penghubung ke Kecamatan Lahat Selatan saja, melainkan juga tembus ke Kecamatan Pagar Gunung dan Mulak Sebingkai.

“Rencana ini terus kita pelajari dengan matang, Pemkab Lahat bahkan meminta pendampingan dengan Kejaksaan Negeri Lahat. Jangan sampai kita ingin mengembangkan wilayah kota, tapi mala salah kebijakan, jadi sangat kita wanti-wanti,” ujar Cik Ujang. (her18/min2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: