Makna Spiritual dan Kepercayaan Lokal
Bagi warga sekitar, Candi Ngetos bukan sekadar situs arkeologi. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi “menghilangnya” Prabu Brawijaya secara spiritual, sehingga dianggap memiliki aura kesakralan yang tinggi.
Pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang bulan Suro dalam kalender Jawa, banyak peziarah yang datang untuk bermeditasi dan mencari ketenangan jiwa.
Konservasi dan Peran Pemerintah
Melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), pemerintah telah melakukan berbagai upaya pelestarian terhadap candi ini.
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Candi Bubrah: Warisan Buddha yang Terselip di Balik Keindahan Prambanan
Mengingat usia bangunan dan pengaruh cuaca yang terus berlangsung, perawatan rutin menjadi langkah penting dalam menjaga keutuhan situs.
Peningkatan akses jalan dan pembangunan fasilitas penunjang turut mempermudah kunjungan wisatawan dan masyarakat umum yang ingin mengenal situs bersejarah ini lebih dekat.
Edukasi dan Potensi Wisata Budaya
Candi Ngetos juga memiliki nilai sebagai sarana pendidikan sejarah yang nyata. Banyak sekolah di wilayah Nganjuk menjadikan candi ini sebagai destinasi wisata edukatif bagi para siswa, agar mereka bisa memahami langsung warisan budaya leluhur.
Dengan kombinasi sejarah, budaya, dan panorama alam yang mendukung, Candi Ngetos berpotensi besar menjadi destinasi ekowisata unggulan yang tak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian peninggalan nenek moyang.