Pemkot PGA

Jejak Berdirinya Neka Art Museum: Pusat Pelestarian dan Perkembangan Seni Bali serta Indonesia

Jejak Berdirinya Neka Art Museum: Pusat Pelestarian dan Perkembangan Seni Bali serta Indonesia

Jejak Berdirinya Neka Art Museum: Pusat Pelestarian dan Perkembangan Seni Bali serta Indonesia-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM – Neka Art Museum merupakan salah satu institusi seni bergengsi di Bali yang berdiri berkat dedikasi tinggi terhadap dunia seni rupa Indonesia, khususnya karya para perupa Bali.

Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga menjadi ruang dokumentasi perjalanan panjang budaya dan perkembangan seni di Pulau Dewata.

Terletak di kawasan Campuhan, Ubud, museum ini kerap menjadi destinasi utama bagi penikmat seni dari berbagai negara.

Pendirinya, Suteja Neka, dikenal sebagai kolektor seni sekaligus putra dari pelukis I Wayan Neka. Sejak masa kanak-kanak, ia telah akrab dengan atmosfer kreatif, melihat langsung proses berkarya sang ayah serta berinteraksi dengan seniman lokal dan internasional.

Pengalaman tersebut menumbuhkan tekadnya untuk menghadirkan wadah yang mampu melindungi sekaligus mempromosikan karya seni Bali secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Xiaomi 17 Ultra Tampil sebagai Kamera Profesional dalam Balutan Smartphone Berkat Teknologi Leica

Museum ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 1982 dengan tujuan mengenalkan perkembangan seni Bali dan Indonesia kepada khalayak luas serta menjaga nilai-nilai budayanya agar tetap hidup. Koleksi pertamanya berasal dari karya-karya yang dihimpun Suteja Neka sejak era 1960-an.

Di antaranya terdapat karya tokoh-tokoh penting seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, I Dewa Putu Mokoh, serta seniman mancanegara yang berkarya di Bali seperti Arie Smit dan Rudolf Bonnet.

Dari segi bangunan, museum ini mengadopsi arsitektur khas Bali yang terasa selaras dan menenangkan.

Kompleksnya terdiri atas beberapa ruang pamer dengan konsep dan periode berbeda, mulai dari lukisan tradisional Bali yang kaya detail dan cerita mitologi, hingga karya modern dan kontemporer yang memperlihatkan pengaruh teknik Barat tanpa menghilangkan identitas lokal.

Tata ruang yang tertata baik membuat pengunjung dapat menikmati karya secara lebih fokus dan nyaman.

BACA JUGA:Mobil Niaga Listrik 2026: Farizon SV Hadir dengan Harga Bersahabat dan Teknologi Modern

Salah satu daya tarik utamanya ialah koleksi lukisan gaya klasik Bali yang menonjolkan ketelitian detail serta narasi kehidupan dan tradisi masyarakat.

Sementara itu, galeri seni modern menunjukkan transformasi kreatif para seniman Bali dalam merespons perkembangan global, namun tetap menjaga ciri khas daerahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait