Pemkot PGA

Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, penjualan mobil listrik telah melebihi penjualan mobil berbahan

 Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, penjualan mobil listrik telah melebihi penjualan mobil berbahan

Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, penjualan mobil listrik telah melebihi penjualan mobil berbahan bakar bensin di Eropa.-pagaralampos-kolase

PAGARALAMPOS.COM - Menurut data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), pada bulan Desember 2025, kendaraan listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) meraih pangsa pasar sebesar 22,6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan mobil bensin yang mencatat 22,5 persen.


Pencapaian ini menandakan perkembangan signifikan dalam peralihan industri otomotif Eropa menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Namun, kendaraan hibrida tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen, dengan pangsa pasar terbesar sebesar 44 persen dari total pendaftaran kendaraan baru.

BACA JUGA:Harga Bekas Toyota Avanza Februari 2026: Modal Rp60 Jutaan Sudah Bisa Bawa Pulang Mobil Keluarga!

Analis otomotif independen, Matthias Schmidt, mengamati bahwa penurunan penjualan mobil berbahan bakar bensin tidak sepenuhnya mencerminkan pergeseran yang drastis ke kendaraan listrik sepenuhnya.

Dia menjelaskan bahwa sebagian penyebab penurunan ini disebabkan oleh pengkategorian ulang beberapa model bensin menjadi hibrida ringan (mild hybrid).

“Kendaraan ini masih menggunakan mesin bensin dan hanya memberikan dampak kecil terhadap pengurangan emisi,” kata Schmidt.

Dia memperkirakan bahwa mobil listrik sepenuhnya baru akan melampaui kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE) secara total dalam sekitar lima tahun mendatang.

BACA JUGA:Tetap Juara di Tengah Gempuran Mobil Listrik: Ini Alasan Toyota Raize Turbo Masih Jadi Idaman di 2026!

Di pasar Eropa yang lebih luas, termasuk Uni Eropa, Inggris, dan Norwegia, penjualan mobil menunjukkan pertumbuhan tahunan selama enam bulan berturut-turut.

Persaingan semakin ketat, terutama dengan kehadiran merek-merek dari China seperti BYD, Changan, dan

Geely yang agresif menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang bersaing.

Sementara itu, produsen otomotif Eropa seperti Volkswagen dan BMW juga terus menghadapi tantangan tersebut dengan merilis berbagai model kendaraan listrik yang baru.

BACA JUGA:Yamaha Mio 2026: Skutik Entry-Level Irit, Murah, dan Makin Modern untuk Aktivitas Harian

Uni Eropa sendiri pada bulan

Desember lalu mengumumkan rencana untuk melonggarkan kebijakan yang sebelumnya bertujuan untuk melarang mobil bermesin pembakaran internal secara efektif pada tahun 2035.

Langkah ini diambil di tengah tekanan dari industri otomotif yang berhadapan dengan persaingan global yang ketat, tarif impor dari Amerika Serikat, serta tantangan dalam meraih keuntungan dari kendaraan listrik.

Sekretaris Jenderal E-Mobility Europe, Chris Heron, menunjukkan optimisme bahwa pangsa pasar kendaraan listrik akan terus bertambah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait