Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Neka Art Museum: Kiprah dalam Melestarikan Seni Bali dan Nusantara

Menelusuri Sejarah Neka Art Museum: Kiprah dalam Melestarikan Seni Bali dan Nusantara

Menelusuri Sejarah Neka Art Museum: Kiprah dalam Melestarikan Seni Bali dan Nusantara-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM – Neka Art Museum dikenal sebagai salah satu ruang seni terkemuka di Bali yang lahir dari kecintaan besar terhadap seni rupa Indonesia, terutama karya para maestro Bali.

Museum ini bukan sekadar tempat memamerkan lukisan, melainkan juga menjadi saksi perjalanan budaya dan dinamika perkembangan seni di Pulau Dewata.

Berlokasi di Campuhan, Ubud, museum ini menjadi tujuan favorit para pencinta seni, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kehadirannya tak lepas dari peran Suteja Neka, seorang kolektor seni yang juga putra pelukis ternama I Wayan Neka. Sejak kecil, Suteja Neka tumbuh di lingkungan seni, menyaksikan langsung proses kreatif ayahnya dan interaksi dengan banyak seniman Bali serta mancanegara.

Dari pengalaman itulah muncul keinginan kuat untuk menjaga dan merawat karya seni Bali dalam sebuah institusi yang representatif.

BACA JUGA:Harga Ramah Pelajar, Teknologi AI Canggih! Rekomendasi HP 3 Jutaan Terbaik 2026

Museum ini resmi dibuka pada 1982 dengan misi memperkenalkan perkembangan seni Bali dan Indonesia kepada publik luas, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari.

Koleksi awalnya merupakan hasil pengumpulan Suteja Neka sejak dekade 1960-an, mencakup karya tokoh-tokoh penting seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, dan I Dewa Putu Mokoh. Selain itu, terdapat pula karya seniman asing yang pernah berkarya di Bali, seperti Arie Smit dan Rudolf Bonnet.

Secara arsitektur, bangunan museum mengusung gaya tradisional Bali yang harmonis dan menenangkan.

Area kompleksnya terbagi ke dalam beberapa galeri dengan tema berbeda, mulai dari lukisan klasik Bali yang sarat detail dan kisah mitologi, hingga karya modern dan kontemporer yang menunjukkan pengaruh teknik Barat tanpa meninggalkan jati diri lokal. Penataan ruang yang rapi membuat pengunjung dapat menikmati setiap karya dengan nyaman.

BACA JUGA:Mobil Niaga Listrik 2026: Farizon SV Hadir dengan Harga Bersahabat dan Teknologi Modern

Salah satu koleksi unggulan museum ini adalah lukisan gaya Bali klasik yang menampilkan detail rumit serta cerita yang bersumber dari tradisi dan kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, galeri seni modern memperlihatkan bagaimana perupa Bali beradaptasi dengan arus global, namun tetap mempertahankan karakter khas daerahnya.

Tidak hanya lukisan, museum ini juga menyimpan berbagai artefak budaya seperti patung, keris, dan dokumentasi fotografi sejarah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait