Efek antiseptik alami dari tanaman ini dipercaya mampu menjaga keseimbangan flora di area kewanitaan, mencegah infeksi jamur dan bakteri penyebab keputihan.
Selain itu, daun beluntas juga dikonsumsi setelah melahirkan untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan produksi ASI, meski bukti ilmiahnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
BACA JUGA:Yuk Mengenal Buah Namnam dan Beragam Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh!
7. Meningkatkan Sistem Imun
Kandungan antioksidan tinggi dalam daun beluntas—terutama flavonoid, tanin, dan vitamin C alami—membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Antioksidan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel dan menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penuaan dini dan kanker.
Dengan sistem imun yang kuat, tubuh menjadi lebih tahan terhadap infeksi virus dan bakteri.
Cara Konsumsi Daun Beluntas
BACA JUGA:Seledri, Si Hijau Serbaguna: Ini Deretan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh!
Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengonsumsi daun beluntas, antara lain:
Direbus: Ambil segenggam daun beluntas segar, cuci bersih, lalu rebus dalam air 2–3 gelas hingga tersisa satu gelas. Saring dan minum airnya hangat-hangat.
Sebagai lalapan: Daun muda beluntas bisa dikukus dan dimakan sebagai lalapan, sering disajikan dengan sambal.
Dikeringkan dan diseduh: Daun dikeringkan, lalu diseduh seperti teh herbal.
Penting untuk memperhatikan kebersihan dan takaran, serta berkonsultasi dengan tenaga medis jika ingin menggunakan daun beluntas untuk pengobatan penyakit tertentu.