Akar Perjuangan. Reog Ponorogo Dari Simbol Perlawanan ke Warisan Budaya yang Mendunia

Minggu 15-06-2025,19:50 WIB
Reporter : Devi
Editor : Almi

Untuk memanggilnya, mereka melakukan ritual adat dengan mengenakan topeng sambil menari. Tradisi ini kemudian diabadikan dalam bentuk kesenian reog.

Selain itu, terdapat berbagai versi tentang asal-usul reog Ponorogo yang berlatarkan kerajaan.

Ada dua versi yang terkenal. Pertama, versi Wengker yang menceritakan tentang Ki Ageng Kutu (Demang Suryongalam), abdi Kerajaan Majapahit, yang mendirikan padepokan di Wengker dan menciptakan kesenian reog sebagai bentuk kritik dan perlawanan kepada Raja Brawijaya V.

BACA JUGA:Tips Memilih Gaya Rambut ala-Ala Korea: Tampil Stylish dan Kekinian!!

Kedua, versi Bantarangin yang mengisahkan lamaran Kelana Sewandana, raja Bantarangin, kepada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, di mana salah satu syaratnya adalah dibuatkan gamelan baru dan penari berkepala harimau.

"Dua variasi kerajaan tersebut membawa dampak terhadap interpretasi seni pertunjukan oleh para seniman reyog Ponorogo," tulis Jusuf Harsono dalam Hegemoni Negara terhadap Seni Reyog Ponorogo di jurnal Aristo Vol. 7 No. 2, Juli 2017.

Saat ini terdapat dua jenis reog Ponorogo yang dikenal, yaitu Reog Obyog dan Reog Festival.

Dua jenis reog Ponorogo yang ada saat ini adalah Reog Obyog dan Reog Festival. Reog Obyog, yang berkembang di desa, biasanya ditampilkan di ruang terbuka atau di jalan tanpa mengikuti aturan tertentu.

BACA JUGA:Parah, Usai Hamili Bunga di Ponorogo, Prio Kabur ke Pagar Alam

Penampilannya sering kali untuk merayakan acara tertentu, bersih desa, atau sekedar untuk hiburan.

Sementara itu, Reog Festival telah mengalami perubahan dan ditampilkan dengan mengikuti aturan yang ditetapkan dalam Festival Reog tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Ponorogo sejak tahun 1997.

"Setiap jenis memiliki karakter atau keunikan tersendiri, terutama dalam hal seni pertunjukan atau cara pementasannya," ungkap Rido Kurnianto dalam Seni Reyog Ponorogo.

Meskipun demikian, dari aspek alat yang digunakan umumnya serupa. Ada alat barongan yang terdiri dari dadak merak dan caplokan.

BACA JUGA:Hmmm, Kisah Cinta di Balik Reog Ponorogo, Kelana Sewandana dan Putri Sanggalangit, Bikin Penasaran!

Dadak merak merupakan bagian atas barongan yang terbuat dari bulu burung merak. Sedangkan caplokan merupakan bagian bawah barongan yang terbuat dari kulit harimau.

Peralatan gamelan terdiri dari kendang, ketipung, ketuk, kenong, kempul (gong), angklung, dan slompret.

Kategori :