Ghumah Baghi, Eksplorasi Keunikan Rumah Adat Besemah di Sumatera Selatan
Ghumah Baghi, Eksplorasi Keunikan Rumah Adat Besemah di Sumatera Selatan--
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah sawah yang menguning di Desa Tegur Wangi, Pagaralam, Sumatera Selatan, berdiri megah sebuah rumah adat yang memiliki keunikan tersendiri, Ghumah Baghi atau yang dikenal sebagai rumah Baghi.
Rumah ini bukan hanya sekedar tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya, sejarah, dan status sosial masyarakat Besemah.
Rumah Baghi, yang telah berdiri sejak beratus-ratus tahun lalu, menampilkan ciri khas atap yang meruncing mirip tanduk.
Meski memiliki kemiripan dengan rumah adat Minang atau Toraja, rumah Baghi memiliki keunikan tersendiri dengan atap yang terbuat dari ijuk atau serabut pohon aren dan kerangka bambu.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Sumatera Selatan: 7 Fakta Menarik yang Belum Banyak Diketahui
Konstruksi rumah ini juga menarik, dengan semua bagian dihubungkan oleh pasak tanpa menggunakan paku.
Salah satu ciri khas menarik lainnya dari Rumah Baghi adalah absennya jendela dan hanya memiliki satu pintu di tengah-tengah.
Namun, meski tanpa sekat, rumah ini memiliki dua tingkat lantai yang menunjukkan perbedaan status sosial berdasarkan garis keturunan.
Lantai atas diperuntukkan bagi keluarga dari garis keturunan laki-laki, sementara lantai bawah untuk keturunan perempuan.
BACA JUGA:Yuk Simak Sinopsis Film Adagium, Kisah Cinta Segitiga dan Konflik Negara
Menurut H Musa, pemilik satu-satunya Rumah Baghi yang tersisa, ukuran rumah ini bukan hanya sekedar ukuran fisik, tetapi juga menjadi penunjuk status sosial pemiliknya.
Rumah Baghi memiliki tiga ukuran berbeda: kecil, sedang, dan besar. Selain ukuran, corak dan ornamen rumah juga menjadi indikator status sosial.
Proses pembuatan Rumah Baghi juga mencerminkan kekayaan budaya dan kepercayaan masyarakat Besemah.
Ada dua versi mengenai asal-usul kayu pulai sebagai bahan utamanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
