Pemprov Sumsel Siapkan Strategi Hadapi Potensi Pemangkasan Dana Transfer Pusat pada 2027
Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru.--ist
PAGARALAMPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menyusun langkah antisipasi terhadap rencana pemerintah pusat yang kembali akan mengurangi Transfer ke Daerah (TKD) pada 2027. Salah satu strategi yang disiapkan adalah mengutamakan pemeliharaan infrastruktur yang telah ada serta melakukan penyesuaian anggaran agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, jika alokasi TKD kembali dipangkas, pemerintah provinsi akan mengubah strategi pembangunan dengan memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada dibanding membangun proyek baru.
“Kalau pendapatan daerah berkurang, tentu akan memengaruhi kemampuan kita mengeksekusi program dalam RPJMD. Karena itu, fokus kita nanti lebih kepada pemeliharaan infrastruktur. Jangan dulu membangun yang belum benar-benar dibutuhkan,” ujar Herman Deru, Senin (6/7/2026).
Meski menghadapi tantangan fiskal, Deru menegaskan pemerintah daerah tidak akan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, langkah yang akan ditempuh adalah melakukan penyesuaian terhadap program pembangunan agar tetap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru: Palembang Harus Jadi Contoh Kemajuan Daerah di Indonesia
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Resmi Tunjuk Sumarni Jadi Plt Bupati Muara Enim Pasca OTT
Ia menambahkan, skema penyesuaian masih akan dibahas bersama jajaran pemerintah provinsi, termasuk Sekretaris Daerah, untuk mencari solusi terbaik menghadapi kemungkinan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra mengatakan pemerintah mulai menyiapkan penyesuaian postur APBD 2027. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas belanja agar anggaran yang tersedia tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kita akan melakukan penyesuaian APBD. Prinsipnya, pelayanan publik tetap menjadi prioritas dan visi-misi kepala daerah tetap harus berjalan,” katanya.
Selain melakukan efisiensi belanja, Pemprov Sumsel juga akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
Edward mengungkapkan, pengalaman pemangkasan TKD pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting. Pada 2026, dana transfer yang diterima Sumsel turun sekitar Rp1,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Herman Deru: Putusan MK Pertahankan Pilkada Langsung Perkuat Kedaulatan Rakyat
BACA JUGA:Herman Deru Hadiri Sidang Paripurna Istimewa, Momentum Refleksi 25 Tahun Kota Pagar Alam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

