Pemkot PGA

Puncak Trikora: Jejak Sejarah dan Aura Mistis di Pegunungan Papua

Puncak Trikora: Jejak Sejarah dan Aura Mistis di Pegunungan Papua

Puncak Trikora: Jejak Sejarah dan Aura Mistis di Pegunungan Papua-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Puncak Trikora, yang menjulang setinggi kurang lebih 4.750 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu Puncak tertinggi di Indonesia.

Berlokasi di wilayah Papua Pegunungan, gunung ini menyimpan banyak kisah sejarah serta cerita-cerita yang bernuansa mistik, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para pendaki dan pecinta alam.

Jejak Sejarah Nama Trikora

Pada masa penjajahan Belanda, puncak ini dikenal dengan nama Wilhelmina Top, sebagai penghormatan kepada Ratu Wilhelmina yang memerintah Belanda dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.

Nama tersebut diberikan oleh ekspedisi ilmiah yang dipimpin Dr. H.A. Lorentz pada tahun 1909, di mana timnya melakukan eksplorasi di pegunungan Papua dan mencatat berbagai keunikan flora, fauna, serta kehidupan masyarakat adat setempat.

BACA JUGA:Sejarah Gunung Mega: Jejak Alam dan Nilai Sakral di Tanah Papua Barat!

BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Gunung Guntur: Jejak Vulkanik dan Budaya di Tanah Priangan!

Setelah kemerdekaan Indonesia dan integrasi Papua ke dalam wilayah NKRI melalui Pepera pada tahun 1963, nama Wilhelmina Top diganti menjadi Puncak Trikora.

Nama baru ini diambil dari Tri Komando Rakyat (Trikora)—sebuah gerakan yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961 sebagai upaya membebaskan Papua dari kekuasaan kolonial.

Pergantian nama ini menjadi simbol penting perjuangan dan nasionalisme bangsa Indonesia dalam merebut kembali wilayahnya.

Nuansa Mistis yang Menyelimuti

Tidak hanya kaya sejarah, Puncak Trikora juga dikenal karena cerita-cerita mistis yang berkembang di kalangan masyarakat lokal.

Suku-suku asli Papua seperti Dani, Lani, dan Yali percaya bahwa gunung-gunung tinggi merupakan tempat yang disucikan—tempat kediaman para leluhur atau roh-roh penjaga alam.

BACA JUGA:Memahami Sejarah Gunung Malabar: Jejak Alam dan Warisan Kolonial di Tanah Priangan!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait