Baju Kustin. Pakaian Kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara
Baju Kustin. Pakaian Kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara--Net
PAGARALAMPOS.COM - Baju Kustim, yang berasal dari kata "Kustin" yang berarti "kebesaran," merupakan salah satu pakaian tradisional khas Kalimantan Timur.
Pakaian ini dulunya dikenakan oleh para pembesar pada masa Kesultanan Kutai Kartanegara, terutama dalam acara-acara formal.
Kesultanan Kutai Kartanegara dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia dan dianggap sebagai cikal bakal kota di Nusantara.
Seiring berjalannya waktu, Baju Kustim tidak hanya menjadi simbol kebesaran di Kesultanan tersebut tetapi juga digunakan dalam berbagai upacara penting.
BACA JUGA:Mengenal 5 Baju Adat Suku Kalimantan yang Memikat: Warisan Budaya Dayak hingga Banjar
Misalnya, upacara Erau dan sering kali menjadi pilihan pakaian bagi mempelai dalam pernikahan Suku Kutai.
Suku Kutai, atau Urang Kutai, adalah salah satu kelompok masyarakat asli Kalimantan yang menghuni wilayah Kalimantan Timur.
Saat ini, mayoritas dari mereka beragama Islam dan tinggal di tepi sungai.
Secara historis, nama Kutai merujuk pada sebuah wilayah tempat tinggal masyarakat asli Kalimantan.
BACA JUGA:7 Keunikan Pakaian Adat Suku Kalimantan yang Harus Kamu Ketahui!
Suku Kutai telah banyak menyerap nilai-nilai budaya dari Suku Banjar dan Melayu pesisir yang juga berada di Kalimantan Timur.
Adat istiadat lama Suku Kutai memiliki kesamaan dengan Adat Suku Dayak dari rumpun Ot Danum, khususnya yang berkaitan dengan acara-acara Adat seperti Erau (upacara yang paling meriah), belian (upacara tarian penyembuhan), serta penggunaan mantra dan ilmu gaib.
Hingga saat ini, masih terdapat Suku Kutai yang mendiami Desa Kedang Ipil di Kutai Kartanegara, yang mengikuti agama Kaharingan, mirip dengan Suku Dayak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
