Pemkot PGA

Gunung Tambora dan Tahun Tanpa Musim Panas, Ketika Indonesia Mengubah Dunia

Gunung Tambora dan Tahun Tanpa Musim Panas, Ketika Indonesia Mengubah Dunia

Gunung Tambora dan Tahun Tanpa Musim Panas, Ketika Indonesia Mengubah Dunia-foto:net-net

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Tambora dan Tahun Tanpa Musim Panas, Ketika Indonesia Mengubah Dunia

Di balik pesona alam Nusa Tenggara Barat berdirilah sebuah gunung megah yang menyimpan salah satu kisah paling dahsyat dalam sejarah manusia: Gunung Tambora.

Terletak di Pulau Sumbawa gunung berapi ini pernah mengalami letusan yang begitu hebat hingga mempengaruhi iklim global dan menyebabkan bencana kelaparan di belahan dunia lain.

Namun di balik fakta ilmiah yang telah banyak ditulis tersimpan pula misteri-misteri dan jejak peradaban yang hilang yang hingga kini masih menjadi teka-teki bagi para peneliti dan masyarakat lokal.

Letusan Tahun 1815 Tragedi Global dari Timur Nusantara

Pada April 1815 Gunung Tambora mengalami letusan dahsyat yang tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah modern. Dengan kekuatan VEI (Volcanic Explosivity Index) 7 letusan ini menewaskan lebih dari 71.000 jiwa menghancurkan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya dan memuntahkan debu vulkanik ke atmosfer hingga menyelimuti langit Eropa dan Amerika Utara.

BACA JUGA:Tarian Jaipong, Ini dia Sejarah Tarian Tradisional Dengan Sentuhan Modern

BACA JUGA:Yuk Simak! Mengungkap Makna Tari Kecak Ritual, Sejarah, dan Seni Bali

Dampaknya begitu besar hingga tahun 1816 dikenal sebagai "The Year Without a Summer" di Eropa dan Amerika. Hujan es turun di bulan Juni tanaman gagal panen dan dunia mengalami kelaparan massal. Ironisnya banyak orang tak mengetahui bahwa bencana global tersebut bersumber dari sebuah gunung kecil di bagian timur Indonesia.

Kerajaan yang Hilang Tambora, Atlantis dari Sumbawa

Salah satu misteri besar Tambora adalah hilangnya sebuah peradaban yang sebelumnya mendiami lerengnya Kerajaan Tambora. Menurut catatan sejarah Belanda dan Inggris kerajaan ini memiliki budaya, bahasa dan sistem pemerintahan yang mandiri namun seluruh jejaknya hilang akibat letusan.

Pada tahun 2004 hingga 2008 tim arkeolog Jerman dan Indonesia menemukan sisa-sisa pemukiman yang terkubur oleh abu vulkanik termasuk rumah peralatan, dan kerangka manusia. Temuan ini menjuluki situs tersebut sebagai "Pompeii dari Timur" karena mirip dengan kota Pompeii yang dikubur oleh letusan Gunung Vesuvius.

BACA JUGA:Papua Sebelum Kita, Ketika Sejarah Tak Tertulis Berbicara!

BACA JUGA:Sejarah Tari Tanggai: Dari Kesultanan Palembang Hingga Menjadi Ikon Budaya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait