Rumah Adat Bugis: Simbol Kearifan Lokal dalam Desain dan Filosofi Hidup

Rumah Adat Bugis: Simbol Kearifan Lokal dalam Desain dan Filosofi Hidup

Rumah Adat Bugis: Simbol Kearifan Lokal dalam Desain dan Filosofi Hidup-Foto: net -

Dahulu, ketika peralatan modern belum tersedia, masyarakat Bugis mengandalkan alat sederhana seperti bor manual, gergaji, pahat, dan parang, yang diperoleh melalui sistem barter dengan pedagang yang singgah di wilayah mereka.

Keistimewaan lain dari rumah adat Bugis adalah ketahanannya terhadap gempa.

Struktur rumah menggunakan kayu panjang tanpa sambungan yang mampu meredam getaran.

Selain itu, desainnya terinspirasi dari Istana Saoraja di Bone, yang umumnya menghadap ke laut sebagai bentuk kedekatan masyarakat Bugis dengan kehidupan bahari.

Menurut Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan, terdapat dua jenis rumah adat Bugis, yaitu Saoraja dan Bola.

BACA JUGA:Sejarah Uang Logam: Perjalanan, Keunggulan, dan Kekurangannya yang Perlu Diketahui!

BACA JUGA:Menguak Rahasia Prasasti Yupa: Jejak Kerajaan Kutai dalam Sejarah Nusantara

Keduanya memiliki bentuk serupa, tetapi berbeda dalam beberapa aspek, seperti jumlah tiang dan ukuran.

Struktur Rumah Adat Bugis

Rumah Anjung

Rumah adat Bugis umumnya menggunakan desain rumah anjung dengan atap berbentuk pelana.

Salah satu ciri khasnya adalah keberadaan timpalaja, yaitu bagian atap yang jumlah susunannya mencerminkan status sosial pemilik rumah.

Struktur rumah terbagi menjadi tiga bagian utama yang melambangkan tubuh manusia: tiang-tiang yang menopang bagian bawah sebagai kaki, bagian tengah sebagai badan, dan atap sebagai kepala.

BACA JUGA:Suku Moronene di Sulawesi Tengah: Menggali Warisan Budaya dan Sejarah yang Memikat

BACA JUGA:Ken Arok: Kisah Legendaris yang Membentuk Sejarah Kerajaan Singasari di Nusantara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: