Presiden Joko Widodo Bertemu dengan PM Kamboja Hun Manet di Hotel Park Hyatt, Melbourne, Ini Yang Dibahasnya!

Presiden Joko Widodo Bertemu dengan PM Kamboja Hun Manet di Hotel Park Hyatt, Melbourne, Ini Yang Dibahasnya!

Presiden Joko Widodo Bertemu dengan PM Kamboja Hun Manet di Hotel Park Hyatt, Melbourne, Ini Yang Dibahasnya!--

PAGARALAMPOS.COM - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyelenggarakan pertemuan penting di Hotel Park Hyatt, Melbourne, Australia.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan hubungan dagang.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Hun Manet membahas sejumlah isu krusial.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan. Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam hal impor beras dari Kamboja.

BACA JUGA:Selain Sajikan Perekebun Teh yang Sangat Menawan, Ternyata Gunung Dempo Juga Menyimpan Segudang Kisah Mistis!

Presiden Jokowi menekankan pentingnya penyelesaian pembaruan MoU Kerja Sama Perdagangan Beras serta MoU Pembentukan Mekanisme Imbal Dagang untuk mengatur harga dan jumlah beras impor.

"Implementasi MoU Pertanian juga perlu segera didorong, khususnya tindak lanjut peningkatan kapasitas manajemen pertanian, irigasi, serta investasi pengolahan dan penyimpanan beras," ujar Presiden Jokowi dalam pernyataan yang dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Selain itu, kedua pemimpin juga membahas perayaan 65 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kamboja yang akan terjadi pada tahun ini.

Presiden Jokowi menyampaikan harapan untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor bilateral dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kamboja selama Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun lalu.

BACA JUGA:Membangun Bersama, Warga Jangkar Mas dan Rebah Tinggi Bersatu Lawan Kekeringan Irigasi, Ini Yang Dilakukannya!

Dalam konteks regional, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya implementasi kesepakatan ASEAN, khususnya dalam penyelesaian krisis Myanmar.

"Kita sadari ASEAN masih memiliki pekerjaan rumah untuk implementasi kesepakatan ASEAN dan penyelesaian krisis Myanmar. Indonesia akan terus mendukung keketuaan Laos tahun ini, terutama dalam implementasi Lima Poin Konsensus," tambah Presiden Jokowi.

Tiga hal utama menjadi fokus utama dalam pertemuan bilateral ini.

Pertama, peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi melalui pengembangan konektivitas dan infrastruktur, baik sektor udara maupun laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: