Benarkah Pendekar Sakti Keturunan India Ini Pendiri Kerajaan Medhang Kamulan? Begini Faktanya

Benarkah Pendekar Sakti Keturunan India Ini Pendiri Kerajaan Medhang Kamulan? Begini Faktanya

Benarkah Pendekar Sakti Ini Keturunan India Ini Pendiri Kerajaan Medhang Kamulan? Begini Faktanya--

PAGARALAMPOS.COM - Pada zaman dahulu, banyak sekali cerita sejarah yang sampai sekarang masih terkenal di masyarakat. Termasuk salahsatunya adalah kemunculan kerajaan medhang kamulan pad zaman dulu.

Nah, jika ada sebuah kerajaan pastinya ada pendiri pertamanya, hal inilah masih menjadi sebuah misteri hingga saat ini.

Banyak yang berpendapat jika kerajaan medhang kamulan tersebut didirikan oleh pendekar sakti tanah jawa asal india yang bernama aji saka,

Kira-kira benarkah pendapat tersebut? penasaran, yuk simak cerita lengkapnya dalam artikel di bawah ini.

BACA JUGA:Sejarah 3 Pendekar Sakti di Nusantara Hilang Tanpa Jejak, Yuk Simak Ini Namanya

Kemunculan Kerajaan Medang Kamulan diyakini oleh sebagian pendapat dianggap pernah berdiri di Pulau Jawa namun bukti keberadaannya tidak ditemukan.

Antara mitos atau legenda. Namun, dikisahkan dalam cerita pewayangan.

Nama Medang Kamulan berdiri, setelah pulau Jawa dipakukan ke tempatnya, pulau ini menjadi dapat dihuni. 

Akan tetapi bangsa pertama yang menghuni pulau ini adalah bangsa denawa (raksasa) yang biadab, penindas, dan gemar memangsa manusia.

BACA JUGA:Dikisahkan Aji Saka Mendapat Wahyu Suryaloka, Kelak Raja raja di Pulau Jawa Keturunannya, Mitoskah?

Benar adanya, peradaban Medang Kamulan adalah fakta sejarah yang nyata dan bukan hanya legenda atau mitos semata.

Nama "Medang Kamulan" berasal dari kata "Mdhang," yang merupakan singkatan dari "Madya Ng" atau "Jaman Pertengahan," dan "Kamulan," yang berarti "Pertama."

Zaman kejayaan ini dianggap sebagai "Atlantis" oleh orang Barat dan Yunani.

Dalam cerita yang turun temurun dari generasi ke generasi, dikisahkan bahwa Desa Banjarejo dianggap sebagai wilayah kekuasaan Prabu Dewata Cengkar dan Ajisaka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: