Castle Rock Season Dua, Misteri Sosok Malaikat yang Mengangkat Seorang Nabi Dari Para Penyihir (02)

Castle Rock Season Dua, Misteri Sosok Malaikat yang Mengangkat Seorang Nabi Dari Para Penyihir (02)

Castle Rock Season Dua, Misteri Sosok Malaikat yang Mengangkat Seorang Nabi Dari Para Penyihir--google.com

Apalagi ia berhasil meyakinkan Nadia dan Abdi bahwa satu-satunya cara untuk menyadarkan para pengikut Ace tersebut adalah dengan cara memusnahkan ruangan yang penuh dengan peti mati tersebut. 

BACA JUGA:City of Life and Death, Visualisasi yang Nyata Mengenai Betapa Kejamnya Perang (01)

Dengan bantuan Pop pula, akhirnya ruangan tersebut musnah akibat ledakan, walau pada akhirnya ia harus mengorbankan dirinya sendiri untuk tewas bersama dengan Ace.

Castle Rock lambat laun mulai pulih. Warga pun mulai menjalani rutinitasnya seperti biasa lagi, termasuk juga Amy dan Joy. 

Amy kembali berpetualang untuk mencari tempat bernama The Laughing Place, dengan atau tidak bersama Joy. 

BACA JUGA:City of Life and Death, Visualisasi yang Nyata Mengenai Betapa Kejamnya Perang (02)

Konklusi: Dibandingkan musim pertama, di musim kedua ini memang banyak perubahan terjadi. 

Karakter Amy yang digambarkan sebagai perempuan schizo sangat pas untuk dijadikan karakter utama. 

Terus terang saja, seandainya tidak ada warna-warna kengerian di episode-episodenya, kami cenderung mengkategorikan serial ini sebagai drama to’, karena sebagian besar episodenya berhasil memancing emosi para penonton. 

BACA JUGA:City of Life and Death, Visualisasi yang Nyata Mengenai Betapa Kejamnya Perang (03)

Seperti kilas balik Amy remaja, ketika masih tinggal bersama kedua orangtuanya. 

Ikatan antara dirinya dengan sang ayah yang selalu membimbingnya walau dengan segala keterbatasan Amy ngena banget! 

Satu hal yang harus diacungi jempol untuk Stephen King adalah ia berhasil menciptakan multiverse-nya sendiri, yang menurut kami membawa warna lain film-film bergenre sejenis.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: