Benarkah OPM Rebut Sejumlah Senjata Serta Sandera Anggota TNI: Perang Masih Belangsung

Benarkah OPM Rebut Sejumlah Senjata Serta Sandera Anggota TNI: Perang Masih Belangsung

Benarkah OPM Rebut Sejumlah Senjata Serta Sandera Anggota TNI: Perang Masih Belangsung, Video Sosok Mengaku Pe--

PAGARALAM,PAGARALAM.POS.COM - Beredar pengakuan dari pihak KKB Papua di media sosial yang mengatakan bahwa pihaknya telah menembak mati 6 personil Kopasus dan menyendera sebanyak 9 personil.

Selain itu dalam video yang diunggah di akun twitter  @dhemit_#### tersebut, sosok yang mengaku perwakilan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan dari intelijen pimpinan perang Egianus Kogoya.

Dalam video yang beredar menyebutkan bahwa TNI merupakan kolonial, dan pada saat penyerangan tersebut bertepatan saat perayaan Kopasus Kolonial Indonesia di Distrik Paro di Nduga.

Bertepatan dengan perayaan tersebut pihak OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya melakukan penyerangan dan berhasil menewaskan sebanyak 6 personil Kopasus dan menyendera sebanyak 9 personil lainnya.

BACA JUGA:BSI Berangkatkan 619 Peserta Mudik Bareng BUMN, Ada Bus Khusus Disabilitas

Dalam penyerangan yang dipimpinan Egianus Kogoya, pihak OPM melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) berhasil mengambil senjata 6 sniper jarak jauh dan 3 M16 A1.

Selain itu juga disebutkan bahwa hingga saat ini perang masih terjadi, di mana terdapat 26 personil TNI yang melarikan diri di hutan.

Sebanyak 4 unit helikopter dari TNI juga tengah melakukan penyisiran di Distrik Paro di Nduga.

Dalam video itu juga disebutkan bahwa OPM masih konsisten bertahan selama 60 tahun dalam melakukan perlawanan.

BACA JUGA: Sambut Idul Fitri, Makam Mulai dibersihkan

Perwakilan OPM dalam video itu juga mengatakan bahwa saat ini tengah dilakukan upaya dari TNI untuk menjemput 6 jenazah anggota mereka.

Sedangkan pihak TNI melalui Laksda Julius Widjojono selaku Kapuspen TNI mengtakan bahwa pihak TNI baru menerima satu personil TNI yang gugur dalam penyarangan tersebut.

Adapun prajurit TNI yang gugur adalah Pratu Miftahul Arifin pada tanggal 15 April 2023 pukul 16.30 waktu Indonesia Timur akibat serangan dari KKB Papu.

Saat itu Pratu Miftahul Arifin serta prajurit lain mendapatkan serangan dari KKB Papua yang melepaskan tembakan sehingga Pratu Miftahul Arifin jatuh ke dalam juruang dengan kedalaman 15 meter.

BACA JUGA:Kunci Sukses Puasa Di Bulan Suci Ramadhan

Laksda Julius juga mengungkapkan bahwa Panglima TNI dengan tegas menyampaikan untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu atas serangan KKB Papua.

Meskipun demikian, Laksda Julius belum dapat menginformasikan lebih detil tentang kondisi prajurit yang lainnya yang saat ini berada di beberapa lokasi.

Laksda Julius juga mengungkapkan bahwa Panglima TNI dengan tegas menyampaikan untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu atas serangan KKB Papua.

Meskipun demikian, Laksda Julius belum dapat menginformasikan lebih detil tentang kondisi prajurit yang lainnya yang saat ini berada di beberapa lokasi.

BACA JUGA:Wako Tinjau Pasar Ramadhan 1444 H, Momentum Bangkitkan Ekonomi Pelaku UMKM

Hal tersebut dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga pihak TNI masih belum dapat menghubungi personil yang berada di lokasi.

Panglima TNI secara terus-menerus memerintahkan untuk melakukan pencarian dan mengirimkan bantuan tempur dengan kekuatan maksimal.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: