Dampak Perubahan Cuaca Sudah Terasa

Dampak Perubahan Cuaca Sudah Terasa

PAGARALAM POS Pagaralam Dinas Lingkungan Hidup Kota Pagaralam menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim Proklim Bertempat di Vila Mentari Selasa 12 4 melalui program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK RI diharapkan bisa mengajak peran serta masyarakat mengurangi dampak serta ketahanan adaptasi perubahan cuaca Dampak perubahan iklim sudah mulai kita rasakan tanpa kita sadari Cuaca tak menentu seperti curah hujan pemanasan global efek rumah kaca bahkan bencana alam banjir ungkap Plt Kepala DLH Kota Pagaralam Dekky Afrizal SP di sela membuka kegiatan sosialisasi yang turut dihadiri perwakilan KPH Wilayah X Dempo PKK Camat Lurah dan masyarakat Tidak hanya itu pihaknya berupaya memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca GRK sebagaimana dituangkan pada Permen KLKH RI Nomor 84 tahun 2016 tentang program kampung iklim Pengembangan program kampung iklim dilaksanakan selaras dengan implementasi strategis kebijakan pembangunan pedesaan yaitu untuk mendukung terwujudnya kemandirian pangan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi tepat guna Kita secara bertahap telah mendaftarkan lokasi Proklim melalui SRN pada tahun 2021 yaitu 1 lokasi Proklin RW4 Desa Air Perikan Kelurahan Gunung Dempo Kecamatan Pagaralam Selatan dan mendapatkan Sertifikat Madya Dan tahun 2022 yang telah diidentifikasi ada 4 calon lokasi Proklim yang akan didaftarkan yaitu RW 2 Desa Semidang Alas Kelurahan Jokoh imbuhnya Selain itu tambah Dekky RW 01 Desa Sumber Kelurahan Candi Jaya RW 05 Desa Selibar Kecamatan Pagaralam Utara dan RW 04 Desa Air Perikan Kelurahan Gunung Dempo Kecamatan Pagaralam Selatan Narasumber sosialisasi Proklim Radian Fahmi SH MH perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan mengatakan bahwa program Proklim dilaksanakan di ratusan desa di seluruh Indonesia dengan melibatkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan Nantinya di daerah ada rencana aksi mitigasi adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk penanganan perubahan iklim ucapnya nbsp Sementara itu Dwi pemateri perwakilan Balai Perubahan Iklim dan Karhutla Wilayah Sumsel menyampaikan program Proklim sebagai bentuk kontribusi masyarakat agar bisa tangguh terhadap perubahan iklim melalui aplikasi website SRN sistem registrasi nasional Sejauh ini perilaku kebiasan masyarakat sudah mendukung program ini seperti menyiram tanaman dengan air cucian beras penggunaan pupuk organik lampu hemat energi ataupun penggunaan energi alternatif beber dia seraya mengatakan 2040 diperkirakan suhu bumi naik 2 persen dan negara negara di dunia sepakat menggelar aksi penanganan dampak perubahan iklim salahsatunya melalui Proklim Cg09 Atg06 CE2 CE V min2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: