Pemkot PGA

Reforma Agraria Sulap Desa Duyu Jadi Kampung Anggur

Reforma Agraria Sulap Desa Duyu Jadi Kampung Anggur

Reforma Agraria Menyulap Desa Duyu Jadi Kampung Anggur-NET-

Vicky mengisahkan bahwa sebelum adanya program Kampung Reforma Agraria, banyak ibu-ibu di Desa Duyu yang tidak memiliki kegiatan tetap. 

BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pimpin Rakor Pertanahan se-Sulsel

Ketika penanaman anggur mulai berjalan, mereka mendapat kesempatan mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dinas terkait.

 ''Alhamdulillah, sekarang ibu-ibu punya kegiatan dan bisa mendapatkan penghasilan'', ujarnya, Selasa (04/11/2025). 

Kegiatan produksi dilakukan secara berkala, sementara penjualan mayoritas berdasarkan pesanan. 

Ketika ada undangan dari BPN atau dinas pemerintahan lainnya, kelompok ini kerap diminta memamerkan sekaligus menjual produk mereka. 

''Kadang ada pesanan untuk oleh-oleh, sampai dibawa ke Jawa'', tambahnya.

BACA JUGA:ATR/BPN Raih Top GPR Award 2025, Bukti Konsistensi Bangun Citra Positif Pemerintah

Manfaat kebun anggur juga dirasakan langsung oleh Ibu Sartini (60), seorang ibu rumah tangga yang kini merawat enam pohon anggur di halaman rumahnya. 

Tiga di antaranya merupakan bantuan dari program Kampung Anggur Duyu Bangkit. 

Ia mengungkapkan bahwa sekali panen, pohon-pohon tersebut bisa menghasilkan pendapatan hingga satu juta rupiah. 

Meski tidak panen setiap bulan, tambahan penghasilan yang datang secara berkala ini sangat berarti bagi keluarganya. 

Ketika musim panen tiba, halaman rumahnya dipenuhi mobil dan pengunjung dari berbagai daerah mulai Makassar hingga Gorontalo dan Poso yang ingin membeli anggur langsung dari kebunnya.

BACA JUGA:Menteri ATR/BPN : Jabatan Adalah Amanah untuk Kepentingan Rakyat

 ''Bangga sekali kampung ini jadi terkenal. Banyak orang datang'', ujarnya dengan senyum malu-malu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: