Mengulik Rokok Kretek: Kandungan Kimia dan Risiko Kesehatan yang Mengintai!
Mengulik Rokok Kretek: Kandungan Kimia dan Risiko Kesehatan yang Mengintai!-net: foto-
Tar mengandung bahan karsinogen yang berpotensi memicu kanker, terutama kanker paru-paru, tenggorokan, dan mulut.
Ketika tar menumpuk dalam jangka panjang, kapasitas paru-paru menurun sehingga pernapasan menjadi lebih berat.
Inilah alasan mengapa perokok sering mengalami batuk kronis, sesak napas, dan penurunan stamina.
BACA JUGA:Manfaat Daun Katuk bagi Kesehatan: Dari Pelancar ASI hingga Penguat Imunitas!
Karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran rokok juga termasuk zat berbahaya yang dapat menghambat kemampuan darah dalam membawa oksigen.
Dengan tingginya karbon monoksida dalam tubuh, jaringan dan organ tidak mendapatkan suplai oksigen optimal. Bila kondisi ini berlangsung lama, dampaknya bisa sangat serius, termasuk gangguan fungsi jantung dan otak.
Tidak hanya itu, rokok kretek menghasilkan ratusan senyawa kimia lain seperti formaldehid, benzena, amonia, dan hidrogen sianida. Banyak di antaranya bersifat racun dan karsinogenik.
Paparan jangka panjang meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti bronkitis, emfisema, hingga stroke.
Baik perokok aktif maupun perokok pasif sama-sama berisiko, sehingga orang di sekitar perokok pun dapat terdampak asap yang terhirup.
Meskipun rokok kretek sering dianggap lebih alami karena menggunakan cengkeh, ini tidak membuatnya lebih aman.
BACA JUGA:Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengelola dengan Benar, Yuk Simak!
Proses pembakaran tetap menghasilkan zat kimia berbahaya yang sulit dihindari. Bahkan sensasi “menghangatkan” dari cengkeh dapat memperparah iritasi pada saluran pernapasan.
Upaya berhenti merokok memang tidak mudah, terutama karena ketergantungan nikotin.
Namun langkah bertahap seperti mengurangi frekuensi merokok, mencari dukungan keluarga, hingga berkonsultasi dengan profesional kesehatan dapat membantu.
Memahami bahaya rokok kretek menjadi langkah awal yang penting agar seseorang bisa mengambil keputusan yang lebih bijak demi kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
