“Bentengnya mulai dari keluarga, kemudian ketokohan, khususnya tokoh-tokoh agama. Tokoh agama tentu sangat berpengaruh,” katanya.
Menurut Herman Deru, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan memastikan pertumbuhan fisik anak melalui program pemerintah.
Ketahanan mental dan lingkungan yang sehat juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda, termasuk upaya penanganan stunting dan pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA:Kymco Xciting VS 400 vs Suzuki Burgman 400, Mana Lebih Enak Buat Touring? Ini Perbandingannya!
“Kita berantas stunting, pemerintah menganggarkan luar biasa untuk MBG agar pertumbuhan anak ini baik, secara fisik. Tapi secara psikis, kita tentu membutuhkan benteng lingkungan,” ujarnya.
Herman Deru menegaskan, generasi muda merupakan salah satu penentu masa depan bangsa.
Karena itu, pengalaman dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba harus terus ditularkan kepada generasi muda agar mereka memiliki keberanian menghadapi persoalan dan tidak mencari jalan keluar melalui penyalahgunaan narkoba.
“Kita pernah muda semua. Kenapa kita bisa sampai pada titik ini sekarang, minimal itu yang bisa kita tularkan kepada generasi muda. Kita tidak ingin mewariskan generasi berikutnya menjadi generasi yang hancur,” katanya.
BACA JUGA:Dua Pengedar Ganja Asal Mekar Alam Ini DIbekuk Satresnarkoba Polres Pagar Alam
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengapresiasi BNNP Sumsel yang dinilainya telah mampu mengintegrasikan kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemberantasan narkoba, mulai dari masyarakat di desa hingga para mitra kerja.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
Khusus kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Herman Deru mendorong agar sosialisasi bahaya narkoba menjadi bagian yang semakin diperkuat dalam program kerja organisasi.
“Kalau boleh menambah bidang, adalah bidang khusus dalam sosialisasi. Ini penting untuk memperkuat peran tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
BACA JUGA:Pilihan Gunung di Jawa Barat untuk Pendaki, dari Pemula hingga Berpengalaman
BNNP Sumsel Ungkap Puluhan Kilogram Narkotika
Sementara itu, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Siallagan menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari upaya bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Sumatera Selatan.