iklan nagih
Pemkot PGA

Gubernur Herman Deru Bentengi Keluarga dan Desa dari Peredaran Narkoba

Gubernur Herman Deru Bentengi Keluarga dan Desa dari Peredaran Narkoba

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri pemusnahan Barang Bukti Narkotika Jaringan Internasional Malaysia-Palembang-PALI.--ist

PAGARALAMPOS.COMGubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menekankan pentingnya memperkuat peran keluarga, masyarakat desa, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mencegah serta memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Sumsel.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Jaringan Internasional Malaysia-Palembang-PALI, berupa sabu seberat 45,5 kilogram, ekstasi sebanyak 9.439 butir, serta etomidate sebanyak 140 cartridge, di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel.

Menurut Herman Deru, upaya pemberantasan narkoba saat ini tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pencegahan harus dilakukan secara berlapis, mulai dari lingkungan keluarga hingga desa dan kelurahan.

Ia menyebutkan, berdasarkan paparan Kepala BNNP Sumsel, sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini juga telah menyentuh wilayah daerah hingga desa.

“Justru sasarannya sekarang ini adalah daerah dan desa. Karena itu, kita perlu memperkuat benteng mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga desa,” kata Herman Deru.

Herman Deru mengingatkan bahwa Sumsel selama ini memiliki berbagai capaian positif, baik di bidang pangan, penanganan stunting maupun sektor pembangunan lainnya. Namun, berbagai prestasi tersebut harus diimbangi dengan perhatian serius terhadap ancaman narkoba yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA:Pengedar Narkoba dari Palembang Diamankan, 2 Paket Sedang Sabu Diamankan

BACA JUGA:Herman Deru Sebut RUU Transmigrasi Solusi Atasi Persoalan Eks Transmigrasi di Sumsel

Ia menilai, data survei mengenai penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penurunan angka statistik tidak boleh langsung dimaknai bahwa persoalan narkoba telah selesai, sebab masih terdapat kemungkinan adanya masyarakat yang belum terdeteksi dalam survei.

“Kalau angka statistik kita turun, jangan dulu bangga. Bisa jadi daerah lain yang naik jumlahnya, tetapi kita statis di angka kita. Karena dalam survei, terutama menyangkut narkoba, orang tentu cenderung merahasiakannya,” ujarnya.

Karena itu, Herman Deru mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya mengandalkan teknologi maupun informasi dari satu sumber dalam mengungkap jaringan narkoba. Menurutnya, karakter jaringan narkoba yang tertutup membuat upaya pemutusan mata rantai membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Tantangannya adalah bagaimana memutus mata rantai. Semakin tinggi teknologi pihak penegak hukum, mereka juga meng-upgrade dirinya. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menilai, setiap orang dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Terlebih bagi mereka yang memiliki jabatan maupun pengaruh di tengah masyarakat, peran tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pencegahan dan memberikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Herman Deru Minta Menkeu Baru Perhatikan Dampak Pemangkasan TKD ke Daerah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: