“Minimal kita bisa mencegah dan menginformasikan. Ini yang mahal. Karena jaringan ini pasti jaringan tertutup, tetapi penggunanya sebenarnya bisa terlihat dengan nyata,” tegasnya.
Lebih jauh, Herman Deru juga menyoroti bahwa dalam rantai peredaran narkoba, tidak semua pihak memiliki posisi yang sama. Pengguna, kurir, hingga pelaku yang berada pada tingkatan lebih tinggi memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa pihak-pihak yang berada di lapisan bawah, termasuk kurir, dalam banyak kasus juga dapat menjadi korban dari jaringan narkoba.
Herman Deru menegaskan, dampak narkoba tidak berhenti pada individu pengguna. Ketergantungan narkoba dapat berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi, bahkan berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhannya.
“Kalau terjangkit kepada orang yang ekonominya mapan, paling dia berjualan kalau sudah ketagihan. Kalau yang ekonominya buntu, bisa merampok, mencuri, menipu orang tuanya atau keluarganya. Akarnya terus berkembang,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat benteng pertama, yakni keluarga. Selanjutnya, benteng tersebut harus diperkuat oleh lingkungan masyarakat dan para tokoh yang memiliki pengaruh, khususnya tokoh agama.
“Bentengnya mulai dari keluarga, kemudian ketokohan, khususnya tokoh-tokoh agama. Tokoh agama tentu sangat berpengaruh,” katanya.
Menurut Herman Deru, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan memastikan pertumbuhan fisik anak melalui program pemerintah. Ketahanan mental dan lingkungan yang sehat juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda, termasuk upaya penanganan stunting dan pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita berantas stunting, pemerintah menganggarkan luar biasa untuk MBG agar pertumbuhan anak ini baik, secara fisik. Tapi secara psikis, kita tentu membutuhkan benteng lingkungan,” ujarnya.
Herman Deru menegaskan, generasi muda merupakan salah satu penentu masa depan bangsa. Karena itu, pengalaman dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba harus terus ditularkan kepada generasi muda agar mereka memiliki keberanian menghadapi persoalan dan tidak mencari jalan keluar melalui penyalahgunaan narkoba.
“Kita pernah muda semua. Kenapa kita bisa sampai pada titik ini sekarang, minimal itu yang bisa kita tularkan kepada generasi muda. Kita tidak ingin mewariskan generasi berikutnya menjadi generasi yang hancur,” katanya.
BACA JUGA:BNN Ajak Pemkot Berkolaborasi Program IKAN, Mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Pagar Alam
BACA JUGA:Dua Pengedar Ganja Asal Mekar Alam Ini DIbekuk Satresnarkoba Polres Pagar Alam
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengapresiasi BNNP Sumsel yang dinilainya telah mampu mengintegrasikan kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemberantasan narkoba, mulai dari masyarakat di desa hingga para mitra kerja.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.