4. Montelukast
Montelukast bekerja dengan menghambat leukotrien, yaitu zat yang berperan dalam munculnya gejala alergi.
Obat ini hanya digunakan berdasarkan resep dokter karena memiliki potensi efek samping tertentu.
BACA JUGA:Manfaat Buah Aprikot bagi Kesehatan
5. Imunoterapi
Jika gejala sulit dikendalikan dengan obat, dokter dapat mempertimbangkan imunoterapi.
Terapi ini dilakukan melalui pemberian alergen dalam dosis kecil secara bertahap untuk membantu sistem imun menjadi lebih toleran terhadap pemicu alergi.
Cara Mencegah Alergi Jamur
Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, risiko kambuhnya alergi jamur dapat dikurangi dengan beberapa langkah berikut:
- menjaga kelembapan ruangan di bawah 50 persen menggunakan dehumidifier,
- menggunakan AC atau penyaring udara (air purifier) untuk membantu mengurangi spora di udara,
- menutup jendela saat malam hari ketika konsentrasi spora jamur di luar ruangan cenderung lebih tinggi,
- memastikan kamar mandi dan dapur memiliki ventilasi yang baik,
- segera memperbaiki kebocoran pipa atau atap yang menyebabkan kelembapan meningkat,
- membersihkan area yang berjamur menggunakan larutan pemutih sambil memakai masker dan sarung tangan,
- memakai masker saat berkebun, memotong rumput, atau membersihkan halaman,
- menghindari aktivitas luar ruangan ketika udara sangat lembap atau setelah hujan,
- mandi dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.
BACA JUGA:7 Alasan Donor Darah Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh
Kesimpulan
Alergi jamur terjadi akibat respons sistem imun terhadap spora jamur yang beterbangan di udara.
Gejalanya dapat berupa bersin, batuk, hidung tersumbat, mata gatal, hingga memperburuk asma pada sebagian orang.
Menjaga kebersihan rumah, mengurangi kelembapan ruangan, dan menghindari paparan jamur merupakan langkah utama untuk mencegah kekambuhan.
Jika keluhan sering muncul atau semakin berat, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.