Ia merekam era kolonial, pendudukan asing, masa kemerdekaan, hingga era kontemporer.
Bangunan ini adalah pengingat akan pentingnya menjaga ingatan kolektif suatu bangsa. Merawatnya bukan hanya soal fisik semata, tetapi juga menjaga identitas sejarah dan jati diri suatu tempat.
Melupakan Gedung Harmonie berarti membiarkan potongan penting sejarah Pasuruan hilang begitu saja.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Candi Pari: Jejak Peradaban Majapahit di Sidoarjo!
BACA JUGA:Memahami Sejarah Suku Kerinci: Menelusuri Jejak Peradaban Tertua di Jantung Sumatra!
Sebaliknya, merawat dan menghidupkannya kembali bisa menjadi jalan untuk membangun masa depan dengan pijakan sejarah yang kuat dan bermakna.