Menelusuri Sejarah Patung Yesus Buntu Burake: Simbol Iman dari Puncak Tana Toraja!

Selasa 03-06-2025,11:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Secara keseluruhan, patung ini memiliki tinggi mencapai 40 meter, termasuk bagian pondasi, menjadikannya sebagai salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.

Proyek ini didanai oleh pemerintah provinsi dan pusat dengan total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

Selain patung, kawasan Buntu Burake juga dilengkapi dengan fasilitas wisata seperti jembatan kaca, pelataran doa, dan area parkir luas yang mendukung kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:Sejarah Candi Batujaya: Jejak Peradaban Buddha Tertua di Tanah Jawa Barat!

Simbol Keimanan dan Pariwisata

Bagi masyarakat Toraja, Patung Yesus Buntu Burake bukan hanya bangunan fisik semata, tetapi merupakan perwujudan dari keimanan mereka kepada Tuhan.

Letaknya yang tinggi melambangkan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.

Banyak peziarah dan umat Kristen dari berbagai daerah datang ke tempat ini untuk berdoa, merenung, atau hanya sekadar merasakan suasana religius yang damai.

Tak hanya sebagai tempat ziarah, patung ini juga menjadi magnet wisata.

Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara datang setiap tahun untuk menyaksikan kemegahan patung dan menikmati pemandangan sekitarnya.

BACA JUGA:Sejarah Suku Moronene: Warisan Leluhur di Jantung Sulawesi Tenggara!

Apalagi, keberadaan jembatan kaca di kawasan ini menambah daya tarik tersendiri yang menguji adrenalin para pengunjung.

Peresmian dan Pengaruhnya

Patung Yesus Buntu Burake diresmikan pada tahun 2015 oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Syahrul Yasin Limpo.

Peresmian tersebut disambut antusias oleh masyarakat Toraja yang merasa bangga memiliki simbol religius sebesar itu di tanah mereka.

Peresmian ini juga menandai dimulainya babak baru dalam promosi pariwisata Tana Toraja sebagai destinasi spiritual.

Kategori :