Menelusuri Sejarah Patung Yesus Buntu Burake: Simbol Iman dari Puncak Tana Toraja!

Selasa 03-06-2025,11:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Sejarah Candi Bahal: Warisan Buddha Vajrayana di Pedalaman Sumatra Utara!

Dampak positif pembangunan patung ini tidak hanya terasa dalam sektor keagamaan, tetapi juga ekonomi lokal.

Meningkatnya kunjungan wisatawan memberi napas baru bagi pelaku usaha kecil seperti penjual cinderamata, warung makan, serta jasa transportasi lokal.

Kontroversi dan Tanggapan

Meski membawa banyak manfaat, pembangunan patung ini juga sempat menuai kontroversi.

Beberapa pihak mempertanyakan besarnya anggaran yang digunakan untuk membangun patung dibandingkan dengan kebutuhan infrastruktur lainnya.

Namun, sebagian besar masyarakat Toraja tetap mendukung penuh karena mereka melihat nilai jangka panjang dari proyek ini, terutama dalam membangun identitas dan kebanggaan daerah.

Warisan Budaya dan Masa Depan

BACA JUGA:Sejarah Suku Ngaju: Menelusuri Jejak Budaya, Kepercayaan, dan Perjuangan Identitas di Kalimantan Tengah!

Kini, Patung Yesus Buntu Burake telah menjadi warisan budaya dan spiritual yang tak ternilai.

Ia tidak hanya menjadi penanda iman umat Kristen di Toraja, tetapi juga simbol keterbukaan dan toleransi di tengah keragaman agama di Indonesia.

Kawasan ini kerap digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan, serta menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi dalam kalender pariwisata nasional.

Ke depannya, pemerintah daerah berencana untuk terus mengembangkan fasilitas di sekitar kawasan patung agar tetap relevan sebagai destinasi wisata unggulan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pelestarian budaya dan promosi Tana Toraja sebagai salah satu permata spiritual Indonesia.

Kategori :