PAGARALAMPOS.COM - Nama Aji Saka mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Jawa. Ia dikenal sebagai tokoh mitologis yang membawa peradaban dan aksara ke tanah Jawa.
Namun, di balik sosok Aji Saka yang dikenang sebagai pembawa ilmu pengetahuan dan tatanan kehidupan, tersimpan pula kisah tentang kesaktiannya yang luar biasa, yang dikenal dengan sebutan Sakti Mandraguna.
Asal-usul Aji Saka
Aji Saka diyakini berasal dari tanah seberang, yaitu sebuah kerajaan bernama Bumi Medang Kamulan.
BACA JUGA:Perang Batak Si Singamangaraja Melawan Gempuran Kolonial Sampai Titik Darah Terakhir
Konon, ia datang ke tanah Jawa dengan satu tujuan: mengusir kekuasaan raja lalim bernama Prabu Dewata Cengkar, yang dikenal sebagai raja pemakan manusia.
Saat itu, Pulau Jawa digambarkan sebagai tanah tak bertuan, dihuni oleh makhluk-makhluk gaib dan manusia yang hidup dalam ketakutan.
Kedatangan ke Tanah Jawa
Perkelahian antara keduanya bukanlah pertempuran biasa, melainkan adu kesaktian.
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Pulau Tikus Bengkulu: Permata Kecil di Tengah Samudra!
Dengan ilmu sakti mandraguna-nya, Aji Saka berhasil mengalahkan Dewata Cengkar dan mengembalikannya ke asalnya, yaitu ke lautan selatan.
Ada versi lain yang menyebutkan bahwa sang raja berubah menjadi buaya putih dan menetap di samudra sebagai bentuk pertobatan.
Makna 'Sakti Mandraguna'
Julukan "Sakti Mandraguna" yang melekat pada Aji Saka bukan sekadar kiasan.
Dalam tradisi Jawa, istilah ini merujuk pada ilmu batin tingkat tinggi yang menyatu dengan alam semesta, mampu mengendalikan kekuatan gaib dan menjadikannya pelindung umat manusia.