Ia juga menjadi lambang dari kemenangan pengetahuan atas kebodohan, kebajikan atas kekejaman, serta pengendalian diri atas nafsu kekuasaan.
Jejak dalam Budaya Jawa
BACA JUGA:Mengenal 5 Suku Indonesia yang Berperan Penting dalam Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda
Meski banyak sejarawan berpendapat bahwa Aji Saka adalah tokoh mitologis dan bukan tokoh historis, pengaruhnya begitu besar dalam membentuk identitas budaya Jawa.
Ceritanya masih diceritakan dalam wayang, tembang macapat, hingga buku pelajaran sekolah.
Bahkan, penanggalan Jawa kuno dimulai dari kedatangan Aji Saka, yang dikenal sebagai Tahun Saka, yaitu tahun 78 Masehi, menandai awal sistem kalender Hindu-Jawa yang masih digunakan hingga kini.