Mereka Tak Terima Indonesia Merdeka Agresi Belanda Nyaris Gagalkan KMB

Selasa 13-05-2025,14:44 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Gelang

Agresi Militer II meletus pada 19 Desember 1948. Kali ini lebih brutal. 

Yogyakarta sebagai ibu kota Republik diserbu. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan. Belanda merasa menang. 

Tapi mereka salah hitungJustru dari situ muncul gerakan bawah tanah, diplomasi gerilya, dan tekanan internasional yang lebih besar lagi. 

Dunia mulai sadar Republik Indonesia tidak bisa dibungkam dengan bedil.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Candi Kimpulan: Warisan Tersembunyi di Tengah Kampus!

Kita masuk ke fase Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949. 

Diselenggarakan di Den Haag, Belanda akhirnya terpaksa berunding secara serius. 

Tapi bukan tanpa akal-akalan Mereka mencoba menggiring agar hasil KMB tidak sepenuhnya menguntungkan Republik. 

Salah satunya adalah syarat pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS), yang mengaburkan konsep Negara Kesatuan Tujuan tersembunyinya jelas memecah-belah Indonesia dari dalam.

BACA JUGA:Menguak Sejarah Tugu Khatulistiwa: Penanda Garis Imajiner yang Mendunia!

Walau Republik hanya menjadi satu dari sekian negara bagian dalam RIS, rakyat Indonesia tidak tinggal diam. 

Dalam waktu singkat, desakan untuk kembali ke bentuk negara kesatuan membesar. 

RIS hanya bertahan kurang dari satu tahun Dan akhirnya, pada 17 Agustus 1950, Indonesia resmi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Belanda, meski tidak secara langsung mengakui kekalahan, terpaksa menerima kenyataan.

BACA JUGA:Menguak Fakta Sejarah Gunung Telomoyo: Gunung Tidur yang Penuh Cerita!

Jika kita tarik garis lurus dari Operatie Product hingga kegagalan Belanda menggagalkan KMB, satu hal yang jelas kekuatan sejati bukan diukur dari senjata atau strategi militer, tetapi dari keteguhan hati sebuah bangsa. 

Kategori :