KMB Ketika Indonesia Dipaksa Setuju Demi Kemerdekaan

Senin 05-05-2025,22:59 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Gelang

BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Prasasti Karang Berahi: Jejak Kejayaan Masa Lalu di Tanah Jambi!

Tapi, pengakuan itu tidak datang secara cuma-cuma. 

Ada harga yang harus dibayar secara literal dan simbolik. 

Pemerintah Indonesia harus membayar utang Hindia Belanda sebesar 4,3 miliar gulden.

Warisan kolonial, diserahkan ke republik yang baru lahir dengan beban finansial yang menyesakkan.

BACA JUGA:Sejarah Makam Sultan Baabullah: Jejak Kejayaan dan Perjuangan Sultan Ternate!

Dan jangan lupa, pengakuan itu bukan untuk Republik Indonesia yang diproklamasikan 1945, melainkan untuk Republik Indonesia Serikat (RIS). 

Sebuah struktur negara federal yang justru lebih mencerminkan skema Belanda untuk memecah belah nusantara. 

Baru pada tahun 1950, RIS dilebur kembali menjadi NKRI.

Kita, pada akhirnya, berhasil mengambil alih kembali bentuk negara sesuai kehendak rakyat. Tapi prosesnya tidak instan.

BACA JUGA:Sejarah Makam Sultan Iskandar Muda: Warisan Kejayaan Kesultanan Aceh!

Jika kita menelisik lebih dalam, beberapa kalangan menilai KMB adalah bentuk tekanan yang dilembutkan. 

Belanda tidak serta-merta kalah, mereka hanya kehabisan bensin untuk berperang. 

Tekanan dari Amerika Serikat yang mengancam menghentikan bantuan Marshall kepada Belanda menjadi paku terakhir di peti kebijakan kolonial mereka.

Artinya, jika bukan karena tekanan luar, akankah mereka dengan suka hati mengakui Indonesia? Rasanya sulit. 

BACA JUGA:Menguak Kisah Sejarah Suku Mante: Jejak Misterius Penghuni Tertua Aceh!

Kategori :