PAGARALAMPOS.COM - Sejarah Indonesia tak hanya ditulis di gedung-gedung besar Jakarta.
Ia juga tercetak dalam peluh rakyat di desa-desa.
Salah satu bab yang nyaris tenggelam namun menyimpan bara perlawanan rakyat adalah Peristiwa Tiga Daerah.
Peristiwa ini bukan sekadar catatan, tapi suara rakyat yang lama terpendam meledak dalam kemarahan.
BACA JUGA:Bagaimana Islam Menyebar di Indonesia? Simak Sejarahnya!
Tiga daerah itu adalah Brebes, Tegal, dan Pemalang.
Tiga kabupaten di Jawa Tengah yang pada akhir 1945, hanya beberapa bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan, menjadi panggung bagi pergolakan sosial yang luar biasa.
Saat republik masih merah muda, ketika pemerintahan belum mapan, dan ketika harapan rakyat menuntut segera ditepati.
Peristiwa ini bermula dari akumulasi ketidakpuasan rakyat terhadap sistem feodal yang masih bercokol.
BACA JUGA:Sejarah Banjir yang Melanda Bandung pada Tahun 1945 dan Isu Sabotase dari Pasukan Sekutu
Meski Jepang telah pergi dan Belanda sudah diproklamasikan terusir, wajah-wajah penguasa lokal yang dulu dekat dengan penjajah masih bercokol.
Petani tetap miskin.
Tanah tetap tidak mereka miliki.
Pejabat lokal masih memegang cengkeraman seperti masa kolonial.
BACA JUGA:Bikin Merinding, Ternyata Ini Misteri Gua Jepang Menyelami Sejarah Gelap dan Fenomena Supranatural