Mengungkap Sejarah Candi Jago: Tempat Pendarmaan Raja Wisnuwardhana!

Jumat 02-05-2025,01:29 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Tak Sekedar Indah, Ternyata Ini Legenda dan Warisan Sejarah Bukit Serelo Ikon Alam Sumatera Selatan

Salah satu ciri khas Candi Jago adalah kekayaan relief yang memuat berbagai cerita dari kitab-kitab kuno.

Di antaranya adalah cerita Kunjarakarna, Parthayajna, Arjunawiwaha, dan Kresnayana.

Relief-relief ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai media pembelajaran moral dan spiritual bagi masyarakat.

Kunjarakarna, misalnya, menceritakan kisah makhluk setengah dewa dan setengah iblis yang berusaha mencapai pencerahan dan keluar dari lingkaran samsara.

Penggambaran kisah-kisah ini dengan sangat detail menunjukkan bahwa masyarakat kala itu memiliki pemahaman tinggi terhadap ajaran Hindu-Buddha dan nilai-nilai etika.

BACA JUGA:Ternyata Begini Kisah Bukit Soeharto! Menelusuri Sejarah Alam dan Pembangunan di Kalimantan Timur

Nilai Spiritual dan Budaya

Sebagai candi pendarmaan yang sarat makna religius, Candi Jago menggambarkan proses transisi budaya Hindu menuju Buddha Mahayana yang berkembang di masa Kerajaan Singhasari.

Hal ini terlihat dari bagaimana candi ini memadukan elemen keagamaan dengan penghormatan terhadap leluhur.

Keberadaan Candi Jago juga menjadi bukti bahwa pada abad ke-13, masyarakat Jawa telah memiliki sistem kepercayaan yang kompleks serta kemampuan artistik dan teknis yang tinggi.

Relief yang rumit dan halus menunjukkan kemajuan teknologi batu dan pahatan pada masa itu.

Candi Jago di Masa Kini

BACA JUGA:Terungkap! Jejak Sejarah Bali Dari Kerajaan Kuno Hingga Era Kolonial Belanda

Kini, Candi Jago menjadi salah satu situs budaya yang dilindungi dan dikelola oleh pemerintah.

Meskipun tidak lagi utuh, candi ini tetap menjadi tujuan wisata sejarah yang menarik, baik bagi pelajar, peneliti, maupun wisatawan umum.

Kategori :