Tak Sekedar Indah, Ternyata Ini Legenda dan Warisan Sejarah Bukit Serelo Ikon Alam Sumatera Selatan
Tak Sekedar Indah, Ternyata Ini Legenda dan Warisan Sejarah Bukit Serelo Ikon Alam Sumatera Selatan-Kolase by Pagaralampos.com-Pagaralam.pos
PAGARALAMPOS.COM - Bukit Serelo, yang berdiri megah di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan,
merupakan salah satu lanskap alam yang tidak hanya menjadi ciri khas daerah tersebut, tetapi juga menyimpan perjalanan panjang penuh nilai historis, budaya, hingga spiritual.
Masyarakat sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan "Gunung Jempol" karena puncaknya yang unik, menyerupai bentuk jempol manusia yang mengarah ke langit.
Nama tersebut bukan hanya mendeskripsikan bentuknya, melainkan juga merepresentasikan keistimewaan Bukit Serelo dibandingkan bentang alam lain di sekitarnya.
BACA JUGA:Tak Disangka! Mengungkap Sejarah Bukit Jipang Curup Jejak Perjuangan dan Budaya Rejang
Menjulang kokoh di antara dataran tinggi yang subur, Bukit Serelo telah menjadi saksi bisu berbagai fase penting dalam perkembangan kehidupan manusia di Lahat.
Sebelum pengaruh kerajaan besar maupun zaman modern menginjakkan jejak di wilayah ini,
kawasan sekitar Bukit Serelo sudah lebih dahulu dihuni manusia prasejarah, yang meninggalkan peninggalan berharga berupa situs-situs megalitik, seperti menhir, dolmen, arca batu, hingga peti kubur dari batu.
Penemuan berbagai artefak megalitik ini mengindikasikan bahwa wilayah Bukit Serelo merupakan salah satu pusat peradaban batu besar di Indonesia, sebanding dengan kawasan budaya megalitik lainnya di Besemah dan Pagar Alam.
BACA JUGA:Mengungkap Asal Usul Curup Rejang Lebong! Antara Mitos Budaya dan Fakta Sejarah
Benda-benda peninggalan tersebut mencerminkan keyakinan masyarakat purba terhadap kekuatan alam dan penghormatan terhadap para leluhur.
Beberapa teori menyebutkan bahwa masyarakat prasejarah yang mendiami daerah ini kemungkinan adalah bagian dari gelombang migrasi Austronesia,
yang terjadi ribuan tahun silam, menjadikan Bukit Serelo sebagai salah satu titik penting dalam penyebaran budaya di Pulau Sumatera.
Bentuk geografis bukit yang mencolok dari kejauhan menjadikannya landmark alam yang berfungsi sebagai panduan arah, pusat upacara spiritual, sekaligus pusat aktivitas sosial masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
