Beberapa kerajaan yang berperan besar dalam membentuk peradaban Mandar antara lain:
Kerajaan Balanipa: dikenal sebagai kekuatan dominan dan pemersatu di tengah ancaman luar.
Kerajaan Sendana: berperan dalam stabilitas politik lokal.
Kerajaan Banggae dan Mamuju: turut memperkuat sistem pemerintahan dan perekonomian di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Menyikapi Kisah Sejarah Gedung Filateli Jakarta: Warisan Kolonial di Jantung Kota!
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gedung Harmoni: Jejak Kemewahan Masa Kolonial yang Hilang!
Tradisi Maritim dan Perahu Sandeq
Suku Mandar dikenal sebagai pelaut ulung, salah satunya berkat keahlian dalam membuat perahu Sandeq, perahu layar tradisional yang ringan dan lincah.
Sandeq digunakan untuk berlayar jauh, bahkan melintasi lautan lepas, dengan hanya mengandalkan keterampilan navigasi alami seperti bintang, angin, dan arus laut.
Pengaruh Islam dan Akulturasi Budaya
Masuknya Islam ke wilayah Mandar diperkirakan terjadi sekitar abad ke-16, beriringan dengan meningkatnya aktivitas dagang dan hubungan dengan kerajaan Islam seperti Gowa, serta pedagang Muslim dari Timur Tengah dan India.
Salah satu tradisi bernuansa Islam yang masih bertahan adalah Sayyang Pattuqduq, sebuah upacara adat yang digelar sebagai bentuk perayaan setelah seorang anak menuntaskan bacaan Al-Qur’an.
Dalam tradisi ini, sang anak diarak menggunakan kuda berhias, diiringi musik dan tarian khas Mandar.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Tjong A Fie: Warisan Budaya dan Simbol Harmoni di Kota Medan!
BACA JUGA:Sejarah Benteng Marlborough: Jejak Kolonial Inggris di Tanah Bengkulu!
Perjuangan Melawan Penjajahan